Peringatan Tsunami Dimaknai sebagai Upaya Pendidikan Mitigasi
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan bahwa kegiatan peringatan tsunami yang berlangsung di wilayahnya tidak semata ritual seremonial. Menurutnya, acara tersebut juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana, sehingga warganya lebih siap bila menghadapi ancaman tsunami.
Rangkaian peringatan ini disusun sedemikian rupa sehingga mencakup unsur religi berupa tausiah dan doa bersama. Pendekatan spiritual dipadukan dengan pesan-pesan mitigasi yang bertujuan untuk menyampaikan informasi penting tentang langkah-langkah kesiapsiagaan secara mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Peran tausiah dan doa bersama
Penyisipan tausiah dan doa bersama dalam peringatan tsunami memberi dimensi sosial dan emosional bagi acara tersebut. Kegiatan keagamaan seperti ini kerap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat karena memberi kesempatan bagi tokoh agama, pemuka masyarakat, dan warga untuk berkumpul, merenung, serta menyampaikan pesan-pesan keselamatan secara kolektif.
Dengan menyatukan aspek spiritual dan edukatif, penyelenggara berharap pesan-pesan mitigasi tidak hanya tersampaikan secara informatif, tetapi juga melekat di hati dan pola pikir warga. Hal ini penting agar strategi kesiapsiagaan dapat diterapkan dengan konsisten dalam kehidupan sehari-hari komunitas pesisir.
Tujuan edukasi mitigasi bencana
Fokus utama dari penyelenggaraan peringatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dan langkah-langkah yang dapat diambil sebelum, saat, dan setelah kejadian. Edukasi mitigasi menekankan pengenalan tanda-tanda alam, rute evakuasi, titik kumpul aman, serta pentingnya memiliki rencana keluarga yang jelas.
Kegiatan semacam ini juga sering dijadikan momen untuk menyebarkan informasi praktis, misalnya cara membaca peringatan dini, mempersiapkan perlengkapan darurat, dan menjaga komunikasi antaranggota komunitas. Meskipun bentuk konkret pendidikan bisa beragam, tujuan akhirnya sama: memperkecil dampak jika bencana benar terjadi.
Keterlibatan pemerintah daerah
Bupati sebagai kepala daerah mempunyai peran penting dalam menginisiasi dan mendukung penyelenggaraan acara yang menggabungkan elemen edukasi dan keagamaan tersebut. Bentuk dukungan ini dapat memperkuat koordinasi antarinstansi, mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, serta menjangkau lebih banyak warga lewat pesan yang terstruktur.
Langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dalam konteks mitigasi bencana biasanya meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi evakuasi, serta kerja sama dengan organisasi lokal untuk memastikan pesan-pesan keselamatan tersampaikan secara efektif.
Pentingnya keterlibatan komunitas
Masyarakat yang aktif dan teredukasi menjadi unsur kunci dalam membangun ketahanan terhadap bencana. Peringatan yang menggabungkan tausiah dan doa bersama dapat mempererat solidaritas komunitas sehingga upaya mitigasi dapat dilaksanakan secara kolektif. Keterlibatan warga turut menentukan seberapa efektif rencana evakuasi dan respons darurat saat situasi benar-benar terjadi.
Dengan memahami peran masing-masing pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat, penyelenggaraan peringatan tsunami yang bersifat edukatif diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan menurunkan potensi kerugian manusia dan harta benda ketika bencana melanda.
Foto: dokumentasi kegiatan peringatan tsunami di Aceh Besar.
Foto: ANTARA News






