Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan

Warta Bumi

Menteri Hanif Tegaskan: Sampah Bukan Berkah, Melainkan Masalah yang Harus Ditangani

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa sampah tidak boleh dipandang sebagai berkah, melainkan sebagai masalah lingkungan dan sosial yang harus ditangani dengan serius. Pernyataan ini menekankan pentingnya perubahan sikap terhadap sampah serta perlunya pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut menekankan bahwa melihat sampah semata-mata sebagai sesuatu yang menguntungkan dapat menutupi konsekuensi negatifnya. Sampah yang dibiarkan atau dikelola secara tidak tepat berpotensi menimbulkan dampak pada kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kualitas hidup secara umum. Oleh karena itu, perspektif yang lebih berhati-hati diperlukan agar upaya penanganan menjadi prioritas.

Implikasi dari Sudut Pandang Baru

Jika sampah dipandang sebagai masalah, pendekatan penanggulangannya cenderung fokus pada pencegahan, pengurangan di sumber, dan penanganan akhir yang tepat. Pendekatan ini bisa mendorong perencanaan yang lebih baik, peningkatan fasilitas pengelolaan, serta kebijakan yang menitikberatkan pada tanggung jawab setiap pihak—mulai dari produsen hingga konsumen.

Perubahan sikap juga berarti meningkatkan kesadaran publik mengenai pola konsumsi dan pembuangan yang bertanggung jawab. Kesadaran ini penting agar masyarakat memahami bahwa tindakan sehari-hari berkontribusi pada akumulasi sampah dan langsung memengaruhi lingkungan sekitar.

Peran Berbagai Pihak

Penanganan masalah sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, sektor swasta, komunitas, serta masyarakat umum memiliki peran masing-masing dalam mengurangi timbulan sampah dan memastikan pengelolaan yang lebih baik. Upaya kolaboratif dapat membantu menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Salah satu aspek penting adalah pembentukan kebiasaan reduce, reuse, dan recycle (mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang). Selain itu, perbaikan sistem pengumpulan dan pengolahan sampah serta pemantauan terhadap praktik pembuangan limbah juga menjadi bagian dari upaya untuk menekan dampak negatif sampah.

Pesan Penutup

Peringatan dari Menteri Lingkungan Hidup ini menjadi pengingat bahwa penanganan sampah tidak bisa diabaikan atau dipandang sebelah mata. Menyikapi sampah sebagai masalah membuka peluang untuk merancang kebijakan dan praktik yang lebih efektif, mengedepankan kesehatan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran kolektif dan tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat diperlukan agar permasalahan sampah dapat diatasi secara tuntas.

Menteri Lingkungan Hidup

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

28 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

27 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Wamendagri: Sinkronisasi Antarlevel Kunci Hadapi Perubahan Iklim

25 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

21 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi