BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

Menteri LH Gandeng Jaringan Muslimat NU Untuk Mewujudkan Indonesia Bersih

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjalin kerja sama dengan jaringan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan jangkauan organisasi perempuan keagamaan untuk mendukung program lingkungan yang sedang dijalankan pemerintah.

Sinergi antar-lembaga untuk tujuan lingkungan

Kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Muslimat NU difokuskan pada penguatan koordinasi dan mobilisasi masyarakat. Dengan jaringan yang luas, pihak pemerintah melihat potensi besar untuk menyebarkan informasi serta praktik pengelolaan lingkungan yang lebih baik di tingkat akar rumput.

Dalam pendekatan yang diusung, peran organisasi masyarakat dianggap strategis untuk menjangkau berbagai lapisan komunitas. Melalui kerja sama ini diharapkan pesan-pesan terkait kebersihan, pengurangan sampah, dan pelestarian lingkungan dapat lebih cepat diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat.

Peran Muslimat NU dalam gerakan kebersihan

Muslimat NU sebagai salah satu jaringan komunitas memiliki akses langsung ke banyak kelompok masyarakat. Keterlibatan organisasi ini dipandang mampu memperkuat kapasitas sosialisasi dan edukasi lingkungan yang difasilitasi pemerintah, termasuk kegiatan yang menyasar keluarga dan tempat ibadah.

Rangkaian kegiatan yang direncanakan berfokus pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku terkait kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan komunitas, pesan lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek tetapi berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari di masyarakat.

Pentingnya kolaborasi untuk efektivitas program

Kolaborasi antar-lembaga dinilai kunci untuk meningkatkan efektivitas program lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup menyasar kerja sama lintas sektor dan organisasi masyarakat untuk memperluas dampak kebijakan dan program di lapangan.

Dengan dukungan jaringan komunitas yang sudah terstruktur, pemerintah dapat lebih mudah mengoptimalkan pelaksanaan program yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong partisipasi lokal dalam upaya pengelolaan sampah, penghijauan, serta pelestarian sumber daya alam di lingkungan tempat tinggal.

Langkah selanjutnya

Ke depan, kerja sama itu diperkirakan meliputi kegiatan komunikasi publik, kampanye kebersihan, serta penguatan kapasitas bagi pengurus dan simpul komunitas. Tujuannya adalah menciptakan gerakan kolektif yang berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Pada intinya, inisiatif ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan. Dengan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, diharapkan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi