Apa itu “New Year Anxiety”?
New Year Anxiety merujuk pada perasaan cemas, gelisah, atau terbebani yang muncul menjelang atau saat pergantian tahun. Meski momen ini sering diasosiasikan dengan perayaan, harapan, dan resolusi baru, bagi sebagian orang pergantian tahun justru menimbulkan tekanan emosional akibat refleksi diri, ekspektasi, dan perbandingan dengan orang lain.
Pemicu Umum
Beberapa faktor yang kerap menjadi pemicu kecemasan menjelang tahun baru antara lain harapan tidak realistis terhadap perubahan besar, evaluasi yang keras terhadap apa yang belum tercapai, serta tekanan sosial—misalnya melihat pencapaian orang lain di media sosial. Perasaan takut gagal, kehilangan arah, atau rasa bersalah karena belum memenuhi target juga dapat memperparah kondisi ini.
Tanda dan Gejala
New Year Anxiety dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik secara emosional maupun fisik. Secara emosional orang bisa merasa gelisah, mudah marah, sedih, atau putus asa. Secara fisik, kecemasan dapat memengaruhi tidur, nafsu makan, tingkat energi, dan kemampuan berkonsentrasi. Gejala ini bisa ringan dan sementara, namun pada kondisi yang lebih berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara Mengatasi
Menangani kecemasan saat pergantian tahun membutuhkan pendekatan yang realistis dan lembut terhadap diri sendiri. Berikut beberapa strategi yang dapat membantu:
- Tinjau ekspektasi Anda: Kurangi tekanan untuk membuat perubahan besar sekaligus. Fokus pada langkah kecil dan tujuan yang dapat dicapai.
- Refleksi yang konstruktif: Alih-alih menghakimi diri karena kegagalan atau keterlambatan, gunakan momen evaluasi untuk mengenali kemajuan, sekecil apa pun, dan pelajaran yang diperoleh.
- Batasi perbandingan sosial: Media sosial sering menampilkan cuplikan terbaik orang lain; ingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan berbeda yang tidak selalu tampak di luar.
- Rencanakan aksi konkret: Ubah resolusi besar menjadi rangkaian tindakan kecil yang terukur dan realistis. Ini membantu menciptakan rasa kontrol dan pencapaian bertahap.
- Jaga kebiasaan sehat: Tidur cukup, makan teratur, bergerak, dan luangkan waktu untuk relaksasi dapat meredam gejala kecemasan.
- Berbagi dengan orang terdekat: Membicarakan perasaan dengan teman atau keluarga dapat meringankan beban dan memberi perspektif baru.
- Batasi paparan terhadap pemicu: Jika perayaan atau ekspektasi tertentu memicu kecemasan, batasi keterlibatan atau siapkan batasan yang jelas untuk melindungi kesehatan mental.
- Cari bantuan profesional bila diperlukan: Jika kecemasan mengganggu fungsi sehari-hari atau berlangsung lama, konsultasi dengan tenaga kesehatan mental dapat membantu mendapatkan strategi dan dukungan yang lebih spesifik.
Menutup Tahun dengan Lebih Tenang
Pergantian tahun tidak harus menjadi momen penilaian keras terhadap diri. Dengan menata ekspektasi, memecah tujuan menjadi langkah kecil, serta menjaga kesejahteraan fisik dan emosional, seseorang dapat menghadapi transisi waktu ini dengan lebih tenang. Ingat bahwa perubahan berarti proses—bukan hasil instan—dan setiap kemajuan, sekecil apa pun, patut dihargai.
Foto: ANTARA News






