Unhas Kirim 10 Mahasiswa Keperawatan Ikuti Program Sakura Exchange di Jepang KPK Dalami Kegiatan HM Kunang Berdasarkan Keterangan Sopir Pribadi BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026

Ekonomi

Pasar Daur Ulang Baterai di China Diprediksi Mencapai Rp2 Kuadriliun: Peluang dan Tantangan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pasar Daur Ulang Baterai di China Menuju Skala Besar

Pasar daur ulang baterai di China diproyeksikan mencapai nilai sekitar Rp2 kuadriliun. Perkiraan ini mencerminkan percepatan aktivitas industri pengolahan ulang baterai yang terjadi sejalan dengan peningkatan jumlah baterai kendaraan listrik (EV) di negara tersebut.

Dorongan dari Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Permintaan terhadap layanan daur ulang kian meningkat karena semakin banyak baterai EV yang memasuki akhir masa pakainya. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk memperluas kapasitas pengumpulan, pemrosesan, dan pemulihan material berharga dari baterai bekas.

Peluang Ekonomi dan Industri

Kenaikan nilai pasar menunjukkan adanya peluang ekonomi signifikan bagi perusahaan yang bergerak di rantai nilai daur ulang baterai. Pemulihan logam dan bahan lain dari baterai bekas dapat menambah pasokan bahan baku serta menurunkan ketergantungan pada sumber primer. Bagi investor dan pelaku industri, pasar yang membesar ini juga menghadirkan potensi diversifikasi usaha dan peningkatan lapangan kerja di sektor pengolahan limbah elektronik.

Aspek Lingkungan yang Relevan

Daur ulang baterai dipandang penting dari sisi lingkungan karena dapat mengurangi volume limbah berbahaya dan menutup siklus penggunaan bahan baku. Praktik pengolahan yang tepat membantu menekan risiko pencemaran dan memaksimalkan pemanfaatan kembali komponen-komponen bernilai tinggi.

Tantangan Teknis dan Operasional

Meski peluang besar, pengembangan pasar daur ulang juga menyisakan sejumlah tantangan. Dibutuhkan teknologi yang andal untuk mengekstraksi material secara efisien dan aman, serta infrastruktur untuk pengumpulan dan transportasi baterai bekas. Selain itu, kualitas proses daur ulang harus dijaga agar produk hasil pemulihan memenuhi standar yang diperlukan untuk digunakan kembali.

Peran Kebijakan dan Standar

Kebijakan pemerintah dan kerangka regulasi berperan dalam membentuk arah industri ini. Kepastian aturan terkait pengelolaan baterai, insentif bagi investasi, serta standar lingkungan dan keselamatan akan memengaruhi kecepatan dan kualitas transformasi sektor daur ulang.

Kolaborasi antara Pelaku Industri

Penguatan ekosistem daur ulang memerlukan kerja sama antara produsen kendaraan, penyedia layanan daur ulang, pemerintah, dan pihak lain seperti penyelenggara logistik. Kolaborasi ini penting untuk memastikan aliran baterai bekas ke fasilitas yang tepat dan menerapkan praktik pengolahan yang bertanggung jawab.

Impak pada Rantai Pasokan Global

Skala pasar daur ulang yang membesar turut memberi efek pada rantai pasokan bahan baku, terutama jika hasil pemulihan dapat menggantikan sebagian kebutuhan bahan primer. Hal ini dapat memengaruhi dinamika perdagangan bahan baku dan strategi pasokan global, terutama bagi industri otomotif dan pembuat baterai.

Pandangan ke Depan

Nilai proyeksi pasar tersebut menandakan bahwa daur ulang baterai akan menjadi bagian semakin penting dari ekonomi sirkular di sektor energi dan transportasi. Keberhasilan pemanfaatannya bergantung pada sinergi antara inovasi teknologi, kebijakan yang mendukung, serta praktik operasional yang aman dan efisien.

Kesimpulan: Proyeksi nilai pasar mencapai Rp2 kuadriliun menunjukkan potensi besar dan momentum untuk industri daur ulang baterai di China. Seiring volume baterai EV yang terus bertambah, sektor ini menghadirkan peluang ekonomi signifikan sekaligus menuntut solusi teknis, regulasi, dan kolaborasi yang matang.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi