Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Humaniora

Serabi Kalibeluk Batang: Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Zaman Mataram Islam

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Setiap daerah di Indonesia memiliki warisan kuliner yang menjadi bagian identitasnya. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, salah satu penganan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah Serabi Kalibeluk. Menurut liputan Antara, serabi ini dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner setempat dan memiliki jejak sejarah yang panjang, bahkan disebut bertahan sejak zaman Mataram Islam.

Warisan kuliner yang bertahan lama

Keberadaan Serabi Kalibeluk yang bertahan dari masa lampau hingga sekarang menunjukkan bagaimana makanan tradisional bisa menjadi penanda budaya dan kontinuitas sejarah lokal. Liputan sumber menegaskan bahwa serabi ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi yang terus dilestarikan di komunitas Batang.

Peran masyarakat dan penjual lokal

Dalam foto yang menyertai laporan, terlihat pedagang Serabi Kalibeluk yang masih aktif menjajakan penganan tersebut. Kehadiran para penjual lokal seperti ini menjadi salah satu unsur penting yang menjaga agar tradisi kuliner tidak punah. Penjual-penjual tersebut memudahkan akses masyarakat dan pengunjung untuk menikmati serabi, sehingga pengalaman kuliner tradisional tetap hidup dalam kegiatan sehari-hari.

Nilai sejarah dan budaya

Disebutkannya kaitan Serabi Kalibeluk dengan era Mataram Islam menempatkan penganan ini dalam konteks sejarah yang lebih luas. Makanan tradisional sering mencerminkan proses sosial, budaya, dan ekonomi yang berlangsung lintas generasi. Dalam hal ini, Serabi Kalibeluk menjadi simbol continuity, yang mengingatkan penduduk setempat pada akar sejarah dan identitas kolektif mereka.

Pelestarian kuliner lokal

Pelestarian makanan tradisional seperti Serabi Kalibeluk memerlukan minat dari berbagai pihak — termasuk masyarakat setempat, generasi muda, dan pelaku usaha mikro yang menjaga praktik pembuatan serta penyajiannya. Liputan sumber memberi gambaran bagaimana tradisi ini tetap hidup melalui praktik sehari-hari dan keterlibatan penjual lokal.

Mengingat peran makanan tradisional dalam menjaga identitas daerah, upaya untuk mendokumentasikan dan mengangkat kembali kuliner seperti Serabi Kalibeluk dapat membantu mengenalkan warisan ini kepada khalayak lebih luas tanpa menghilangkan nilai keasliannya.

Penutup

Serabi Kalibeluk di Kabupaten Batang merupakan contoh bagaimana sebuah penganan tradisional mampu bertahan melewati zaman dan tetap relevan dalam kehidupan komunitas lokal. Liputan Antara yang mengangkat kisah serabi ini menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dan pelaku lokal dalam menjaga warisan kuliner agar terus hidup bagi generasi berikutnya.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto

27 April 2026 - 10:01 WIB

ANTARA News

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora