BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Dunia

AS Mendesak China Tahan Diri Setelah Latihan Militer di Dekat Taiwan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

AS Serukan Redanya Ketegangan Setelah Latihan Militer di Sekitar Taiwan

Amerika Serikat pada Kamis (1/1) mendesak China untuk menahan diri menyusul penyelenggaraan latihan militer di area yang berdekatan dengan Taiwan. Pernyataan AS menekankan agar Beijing menghentikan tindakan yang meningkatkan tekanan militer terhadap pulau tersebut.

Pernyataan Washington
Pernyataan resmi dari pihak AS menyampaikan seruan agar China meredam aktivitas militer yang berpotensi meningkatkan ketegangan. Imbauan tersebut menekankan pentingnya tidak melakukan langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi di kawasan.

Latihan Militer Dekat Taiwan
Insiden yang memicu peringatan AS adalah pelaksanaan latihan militer oleh China di perairan dan/atau wilayah yang berada dekat dengan Taiwan. Kegiatan militer tersebut menjadi perhatian karena berdekatan dengan kawasan yang sensitif secara politik dan strategis.

Tujuan Seruan
Permintaan AS ditujukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga stabilitas di kawasan. Seruan ini menggarisbawahi harapan akan pengurangan tekanan militer yang dapat menghambat upaya menjaga perdamaian dan keamanan regional.

Implikasi bagi Stabilitas Regional
Aksi militer di sekitar Taiwan berpotensi memengaruhi situasi keamanan di Asia Timur. Oleh karena itu, upaya meredakan ketegangan menjadi krusial agar tidak terjadi salah pengertian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang dapat memperburuk keadaan.

Pentingnya Komunikasi
Mengingat sensitivitas kawasan, penting bagi semua pihak terkait untuk menjaga saluran komunikasi yang efektif. Pendekatan yang menjaga keterbukaan dan mengutamakan dialog diplomatik dipandang sebagai cara untuk mengurangi risiko konfrontasi dan menjaga kestabilan jangka panjang.

Harapan untuk De-eskalasi
Pernyataan AS mencerminkan harapan agar tindakan militer yang meningkatkan tekanan terhadap Taiwan dihentikan, sehingga ketegangan dapat berkurang. Langkah-langkah de-eskalasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi penyelesaian isu-isu bilateral melalui mekanisme damai.

Penutup
Dalam situasi yang sensitif ini, seruan agar China menahan diri menggambarkan perhatian internasional terhadap upaya menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan. Langkah-langkah yang menurunkan ketegangan dan prioritas pada dialog dianggap penting untuk mencegah potensi konflik yang lebih luas.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Teheran Peringatkan Trump: Ancaman “Pelajaran Tak Terlupakan” Jika AS Menyerang Iran

13 Januari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

UNRWA Tegaskan Gaza Butuh Akses Bantuan, Khawatir Soal Pencabutan Izin oleh Israel

12 Januari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Iran Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional untuk ‘Martir’ Unjuk Rasa

12 Januari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

AS Rilis Rekaman Jet Tempur saat Lancarkan Serangan Udara ke Basis ISIS di Suriah

11 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Bus Terjun ke Jurang di India, 9 Orang Tewas dan 40 Luka-luka

11 Januari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia