Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengimbau pemerintah untuk segera menyiapkan langkah antisipatif menyusul kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya gejolak harga minyak dan krisis energi yang berpotensi timbul akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Seruan untuk kewaspadaan
Eddy menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah terhadap dampak eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi nasional. Ia mengingatkan bahwa gangguan pasokan di pasar internasional bisa berimbas pada naiknya harga minyak dan mengganggu ketersediaan energi di dalam negeri.
Menurutnya, meskipun kondisi global berada di luar kendali nasional, langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dapat membantu mengurangi dampak langsung kepada masyarakat dan sektor usaha. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak terkait.
Fokus pada perlindungan konsumen dan stabilitas pasokan
Dalam pernyataannya, Eddy mengajak pemerintah untuk menempatkan perlindungan konsumen dan stabilitas pasokan sebagai prioritas. Ia menyebut bahwa kebijakan yang proaktif dapat meminimalkan ketidakpastian yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjaga kondisi perekonomian domestik.
Ia juga mendorong koordinasi antarlembaga terkait sehingga kebijakan responsif dapat segera diterapkan bila tekanan pada pasar energi meningkat. Kesiapan ini dianggap penting untuk meredam dampak sosial ekonomi yang mungkin muncul.
Langkah-langkah yang disarankan
Meskipun tidak merinci kebijakan spesifik, Eddy menggarisbawahi perlunya rencana kontingensi yang komprehensif. Rencana ini sebaiknya mencakup pemantauan pasar, komunikasi publik yang jelas, serta kesiapan infrastruktur dan distribusi energi agar pasokan tetap terjaga.
Selain itu, peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri energi juga disebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Kerja sama ini penting agar respons terhadap gangguan pasokan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Pentingnya komunikasi publik
Eddy menekankan pula pentingnya komunikasi yang transparan kepada publik. Informasi yang akurat dan cepat tentang langkah-langkah pemerintah dapat membantu mengurangi kepanikan dan menjaga kepercayaan publik selama masa ketidakpastian.
Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, diharapkan warga dan pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan yang diberlakukan serta memahami prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Penutup
Pernyataan Wakil Ketua MPR itu menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional terhadap potensi guncangan dari luar negeri. Pemerintah diharapkan dapat merumuskan dan mengimplementasikan langkah-langkah antisipatif agar dampak negatif terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.
Foto: ANTARA News






