Satgas Galapana Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Data
Satuan Tugas Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI menekankan perlunya sinkronisasi data antar-pemangku kepentingan sebagai langkah krusial untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Menurut Satgas, penguatan koordinasi data diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Upaya sinkronisasi yang dimaksud mencakup pemadanan informasi dari berbagai pihak terkait kondisi lapangan, kebutuhan korban, serta program bantuan yang tersedia. Dengan data yang terintegrasi, perencanaan dan penyaluran sumber daya diyakini akan menjadi lebih terarah dan efisien, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Tujuan dan Dampak Sinkronisasi
Satgas menilai bahwa ketidakterpaduan data sering menjadi salah satu hambatan dalam implementasi program pascabencana. Sinkronisasi data diharapkan mengurangi tumpang tindih bantuan, memastikan prioritas kebutuhan, serta mempermudah penentuan lokasi dan desain hunian darurat yang sesuai dengan kondisi setempat.
Selain memperlancar proses penyediaan huntara, integrasi data juga mendukung pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pemulihan. Hal ini memungkinkan penanggung jawab program untuk melihat perkembangan secara real time, melakukan penyesuaian kebijakan, dan memberikan laporan yang lebih akurat kepada pihak terkait.
Peran Pemangku Kepentingan
Implementasi sinkronisasi data menuntut keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, hingga organisasi kemanusiaan yang beroperasi di lapangan. Satgas Galapana mendorong semua pihak untuk berbagi data secara transparan dan mengikuti mekanisme yang disepakati bersama agar proses pemulihan berjalan efektif.
Koordinasi yang baik juga mencakup standar informasi yang konsisten sehingga setiap pemangku kepentingan dapat memahami dan memanfaatkan data dengan cara yang sama. Standarisasi ini penting untuk mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Fokus pada Hunian Sementara
Prioritas utama dari dorongan sinkronisasi ini adalah percepatan penyediaan hunian sementara bagi korban bencana. Hunian sementara merupakan langkah awal penting agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dapat segera memiliki ruang aman untuk beraktivitas dan memulai pemulihan kehidupan sehari-hari.
Dengan data terkoordinasi, proses identifikasi keluarga yang membutuhkan huntara, pemilihan lokasi yang aman, serta alokasi sumber daya dapat dilaksanakan lebih cepat. Satgas menilai bahwa percepatan di tingkat awal pemulihan akan berdampak positif terhadap stabilitas sosial dan upaya rehabilitasi jangka panjang.
Penutup
Satgas Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat mekanisme pertukaran data sebagai bagian dari strategi percepatan pemulihan pascabencana. Sinkronisasi data dianggap sebagai langkah pragmatis yang dapat mempercepat penyediaan huntara dan meningkatkan efektivitas program pemulihan secara keseluruhan.
Gambar: Foto terkait anggota DPR yang dimuat bersamaan dalam publikasi sumber.
Foto: ANTARA News






