BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Tekno

Uber, Lucid Motors dan Nuro Perkenalkan Robotaxi Versi Siap Produksi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kolaborasi Tiga Perusahaan Tampilkan Robotaxi Siap Produksi

Uber bersama Lucid Motors dan Nuro mengumumkan hadirnya versi siap produksi dari robotaxi yang dikembangkan secara kolaboratif. Kendaraan ini diperkenalkan dalam sebuah ajang publik, sebagai tahap lanjutan dari proyek bersama ketiga perusahaan tersebut.

Langkah menuju layanan mobilitas otonom

Pengenalan versi siap produksi dipandang sebagai tonggak penting dalam pengembangan robotaxi. Menurut pihak yang terlibat, model ini merupakan hasil integrasi kemampuan masing-masing perusahaan: keahlian otomotif dan desain kendaraan dari Lucid, pengalaman operasional dan platform layanan dari Uber, serta teknologi otonom khusus dari Nuro.

Walaupun informasi rinci mengenai spesifikasi teknis, jadwal komersialisasi, atau area operasi belum dipaparkan secara lengkap, pengumuman ini menandakan bahwa proyek kolaboratif tersebut telah mencapai fase yang lebih matang dibandingkan prototipe awal.

Peran masing-masing pihak

Kerja sama lintas perusahaan seperti ini mempertemukan kompetensi berbeda untuk menuntaskan tantangan kendaraan tanpa pengemudi. Lucid membawa pengalaman dalam merancang dan memproduksi kendaraan, sementara Nuro dikenal karena fokusnya pada sistem otonom. Uber, sebagai penyedia layanan transportasi, berperan dalam integrasi solusi tersebut ke dalam ekosistem layanan mobilitas dan pengguna akhir.

Pengenalan versi produksi menunjukkan bahwa ketiga pihak telah menyelaraskan komponen hardware dan software dalam bentuk yang siap diuji lebih luas atau disiapkan untuk tahap komersialisasi.

Konsekuensi terhadap industri

Masuknya kendaraan otonom ke fase produksi berpotensi memengaruhi ekosistem transportasi, mulai dari cara layanan ride-hailing beroperasi hingga model bisnis logistik dan pengiriman. Kolaborasi antara pemain otomotif, pengembang teknologi otonom, dan penyedia platform layanan menonjolkan pendekatan terpadu yang diperlukan untuk merealisasikan layanan robotaxi skala besar.

Di sisi regulasi dan infrastruktur, penggunaan robotaxi versi produksi akan menuntut kerja sama lebih lanjut dengan otoritas setempat serta penyesuaian terhadap kebijakan keselamatan, uji jalan, dan standar operasional.

Langkah berikutnya

Pihak terkait tampaknya akan melanjutkan pengujian dan penyesuaian sebelum memperluas operasional. Tahap pengujian lebih luas dan pelibatan regulator menjadi bagian penting agar kendaraan dapat beroperasi di lingkungan nyata dengan aman dan andal.

Perkenalan ini menjadi sinyal bagi pelaku industri dan publik bahwa pengembangan robotaxi terus berlanjut dan memasuki fase yang lebih pragmatis, mendekatkan teknologi otonom pada penerapan komersial yang nyata.

Gambar: Tampilan salah satu unit robotaxi yang diperkenalkan dalam acara peluncuran.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

CES 2026: Roborock Perkenalkan Vacuum Robot Berkaki Roda Pertama di Dunia dan Umumkan Kolaborasi dengan Real Madrid

13 Januari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

BRIN Tetapkan Ketahanan Pangan, Penanggulangan Bencana, dan Teknologi Strategis sebagai Prioritas Riset 2026

12 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Bocoran Jadwal Peluncuran Samsung Galaxy A57 dan A37 Muncul, Samsung Siapkan Seri A Baru

11 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Realme Dilaporkan Kembali Menjadi Submerek di Bawah Oppo

11 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Fitur Pendukung Mobilitas

10 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Tekno