IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

Warta Bumi

Dua Warga Masih Hilang Empat Hari Setelah Banjir Bandang di Pulau Siau

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Dua Korban Belum Ditemukan

Empat hari setelah banjir bandang menerjang Pulau Siau, dua orang dilaporkan masih hilang dan belum berhasil ditemukan. Peristiwa tersebut telah menghancurkan sejumlah permukiman kampung dan kelurahan di pulau tersebut, meninggalkan rumah-rumah dan fasilitas yang rusak parah.

Upaya pencarian dan pemulihan terus berlangsung di lokasi-lokasi terdampak. Warga yang selamat bergerak untuk membersihkan puing, mencari anggota keluarga, dan memeriksa kerusakan pada hunian mereka. Aktivitas ini berlangsung di antara sisa-sisa material yang terbawa arus dan area yang masih basah akibat aliran air bandang.

Situasi di sejumlah desa dan kelurahan menggambarkan dampak signifikan dari kejadian tersebut: jalan-jalan tertutup material, properti pribadi rusak, dan lingkungan permukiman berubah drastis. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi proses pencarian serta upaya pemulihan yang sedang dilakukan.

Kondisi keluarga korban menjadi perhatian utama masyarakat setempat. Keluarga-keluarga yang kehilangan anggota terus menantikan informasi dan hasil pencarian, sementara warga lain berupaya membantu sesuai kemampuan mereka. Suasana duka dan kecemasan terlihat di antara penduduk yang terdampak secara langsung.

Pasca-banjir, fokus saat ini tetap pada menemukan dua orang yang hilang serta membantu pemulihan lingkungan permukiman yang rusak. Selain itu, upaya untuk menilai tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak di wilayah yang terdampak juga menjadi bagian dari respons awal yang sedang berjalan.

Meskipun kondisi lapangan menantang, masyarakat setempat terus berupaya pulih dan menyusun langkah-langkah untuk membersihkan sisa material serta memperbaiki hunian yang terkena dampak. Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu karena kondisi lokasi yang masih terdampak setelah aliran banjir bandang.

Perkembangan terbaru terkait upaya pencarian dan kondisi korban masih menjadi hal yang dipantau. Harapan warga terpusat pada ditemukannya kedua orang yang hilang dan pemulihan bertahap bagi komunitas yang terdampak.

Gambaran umum kejadian ini menyoroti kerentanan permukiman di sekitar aliran sungai atau dataran rendah ketika terjadi banjir bandang. Dampak langsung terhadap rumah dan fasilitas kehidupan sehari-hari menuntut upaya bersama untuk menangani kondisi darurat dan memulai fase pemulihan bagi penduduk Pulau Siau.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

28 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

27 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Wamendagri: Sinkronisasi Antarlevel Kunci Hadapi Perubahan Iklim

25 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

21 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi