KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

Ekonomi

Hadiri WEF, Danantara Tawarkan Investasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Danantara Siap Jajaki Investasi di Sektor Ketahanan Pangan saat Hadiri WEF

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan akan memanfaatkan kehadirannya di forum internasional World Economic Forum (WEF) untuk menawarkan kerja sama investasi di bidang ketahanan pangan. Langkah ini merupakan upaya untuk membuka peluang kolaborasi dengan beragam pihak yang berkepentingan dalam mengatasi tantangan pangan.

Memperluas jaringan dan menarik mitra

Dalam keikutsertaannya di WEF, Danantara berencana menjajaki peluang kemitraan strategis dengan investor, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lain. Fokus utama adalah mencari mitra yang berminat berinvestasi dalam proyek serta inisiatif yang berkaitan dengan peningkatan ketahanan pangan, mulai dari produksi sampai distribusi.

Ketahanan pangan sebagai prioritas

Isu ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda global karena keterkaitan langsungnya dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Melalui pendekatan investasi yang terarah, harapannya adalah mendukung upaya peningkatan ketersediaan pangan, efisiensi rantai pasok, serta ketahanan terhadap guncangan eksternal.

Peluang untuk berbagai segmen

Penawaran investasi yang dibawa ke WEF diposisikan sebagai ajakan bagi pihak-pihak yang ingin berkontribusi pada segmen-segmen terkait ketahanan pangan. Ini dapat mencakup pengembangan kapasitas produksi, adopsi teknologi pertanian, penyempurnaan infrastruktur penyimpanan dan distribusi, serta inisiatif lain yang memperkuat sistem pangan secara menyeluruh.

Dialog internasional dan kolaborasi

Keikutsertaan di forum internasional memberi ruang bagi Danantara untuk berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan lintas negara. Forum seperti WEF memungkinkan pertukaran pandangan mengenai tantangan dan solusi inovatif, sehingga mempermudah pembentukan aliansi serta skema pembiayaan yang mendukung proyek ketahanan pangan.

Harapan terhadap investasi berkelanjutan

Strategi investasi yang ditawarkan diarahkan agar memiliki dampak jangka panjang dan berkelanjutan. Dengan mengarahkan modal ke inisiatif yang meningkatkan produktivitas dan ketahanan sistem pangan, diharapkan manfaatnya tidak hanya bersifat ekonomi tetapi juga sosial, termasuk akses pangan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

Langkah selanjutnya

Selama kehadiran di forum, Danantara diperkirakan akan melakukan pertemuan, mempresentasikan peluang yang tersedia, dan menjajaki skema kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempertemukan modal dan proyek yang relevan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.

Dengan inisiatif ini, Danantara menempatkan sektor ketahanan pangan sebagai fokus penting dalam agenda investasinya dan berupaya menggalang dukungan dari komunitas investor internasional melalui platform dialog global seperti WEF.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Jambi Janji Ganti Rugi untuk Nasabah yang Terdampak Gangguan Layanan

26 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Kemenperin Klarifikasi Isu Pemutusan Hubungan Kerja di Pabrik Mie Sedaap

26 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi