CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

Ekonomi

Menko Pangan Tegaskan Peran SPPG untuk Libatkan UMKM sebagai Pemasok Bahan Pangan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak-pihak terkait untuk menjadikan pelaku usaha kecil dan menengah sebagai pemasok bahan pangan. Seruan ini menyoroti upaya penguatan jalur pasokan lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pernyataan tersebut menegaskan peran SPPG dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Menurut Zulkifli Hasan, koordinasi dan kerja sama antarinstansi serta unsur lapangan diperlukan agar fungsi SPPG dapat berjalan efektif dalam menghubungkan permintaan bahan pangan dari program-program gizi dengan kemampuan produksi UMKM.

Dalam konteks ini, dorongan untuk memanfaatkan kapasitas UMKM tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pasokan bahan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil untuk memperoleh pasar yang lebih stabil. Keterlibatan UMKM sebagai pemasok dipandang sebagai jalur strategis untuk memperkuat rantai nilai pangan di tingkat lokal.

Penguatan peran SPPG di lapangan dianggap krusial untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi kelompok rentan dan program pemenuhan gizi dapat dipenuhi melalui sumber pasokan yang berkelanjutan dan terjangkau. Hal ini juga memerlukan mekanisme koordinasi yang jelas antara unit layanan, pemerintah daerah, dan sektor swasta agar pemenuhan gizi dapat dilaksanakan secara terintegrasi.

Selain aspek penyediaan bahan pangan, sinergi yang diharapkan juga mencakup pembinaan terhadap UMKM agar produk mereka memenuhi standar mutu dan gizi yang diperlukan. Pembinaan ini penting agar hasil produksi UMKM dapat diterima sebagai bagian dari suplai untuk program-program gizi yang dilaksanakan oleh SPPG.

Upaya menghubungkan UMKM dengan kebutuhan program gizi diyakini akan menuntut pendekatan yang komprehensif, meliputi penguatan kapasitas produksi, perbaikan sistem distribusi, serta pemenuhan persyaratan mutu pangan. Pendekatan semacam ini berpotensi menciptakan efek ganda: meningkatkan ketersediaan bahan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Peran SPPG sebagai fasilitator di tingkat lapangan menjadi kunci agar keterlibatan UMKM tidak sekadar simbolis, melainkan menghasilkan alur pasokan yang nyata dan berkelanjutan. Dengan koordinasi yang baik, SPPG dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengarahkan produksi sesuai standar, serta memfasilitasi hubungan antara produsen skala kecil dan pembeli program gizi.

Seruan untuk sinergi ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan pengelolaan yang terintegrasi. Pemberdayaan UMKM sebagai pemasok bahan pangan dapat menjadi salah satu solusi praktis apabila didukung oleh kebijakan, pembinaan, dan mekanisme kerja yang efektif dari SPPG dan pemangku kepentingan lain.

Garis besar pesan yang disampaikan menekankan perlunya langkah konkret untuk memastikan bahwa unit-unit pelayanan pemenuhan gizi bekerja selaras dengan upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Implementasi langkah tersebut di lapangan akan menentukan sejauh mana tujuan pemenuhan gizi dan penguatan UMKM dapat tercapai secara bersamaan.

Gambar terkait laporan ini menunjukkan kegiatan yang relevan dengan isu pemenuhan gizi dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya tersebut, menggambarkan pentingnya koordinasi dalam mendorong UMKM menjadi bagian dari rantai pasokan bahan pangan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi