BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Nusantara

Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir di 8 Kabupaten/Kota Banten, BPBD Perkuat Penanganan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Banten — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten berdampak pada terjadinya banjir di delapan kabupaten/kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyatakan memperkuat langkah penanganan dan pemantauan untuk merespons kondisi darurat tersebut.

Upaya penguatan penanganan

BPBD Provinsi Banten meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan kejadian banjir di beberapa daerah. Langkah penanganan yang diperkuat meliputi pemantauan situasi secara intensif, pengorganisasian respons darurat, serta komunikasi dengan jajaran pemerintah daerah setempat.

Instansi terkait diberitahukan untuk memprioritaskan keselamatan warga dan menyiapkan sumber daya yang diperlukan guna menanggulangi dampak banjir. Pemantauan terus dilakukan terutama pada titik-titik yang rawan terdampak, sementara upaya penanganan diarahkan untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan.

Dampak pada permukiman dan akses

Akibat banjir, sejumlah permukiman mengalami terendam. Foto yang tersebar menggambarkan rumah-rumah warga di Kota Cilegon yang terendam air, menandakan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan terdampak.

BPBD dan pihak terkait diminta untuk memetakan area terdampak, mengecek kondisi akses transportasi, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak seperti evakuasi sementara, bantuan pangan, dan fasilitas kesehatan. Penanganan prioritas ditekankan pada perlindungan warga yang berada di lokasi terdampak dan pada pemulihan akses layanan dasar.

Pemantauan dan informasi bagi masyarakat

Sebagai bagian dari respons, BPBD memperkuat pemantauan cuaca dan kondisi lapangan serta menyampaikan informasi kepada publik. Imbauan keselamatan dan arahan terkait langkah yang perlu diambil oleh masyarakat diimbau agar terus diperbarui sesuai perkembangan situasi.

Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan resmi dari BPBD dan pemerintah daerah, menjaga keselamatan diri, serta melaporkan kondisi kritis yang membutuhkan evakuasi atau bantuan darurat. Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan pihak-pihak terkait menjadi kunci dalam merespons banjir secara cepat dan terarah.

Fokus pada penanggulangan jangka pendek

Dalam fase awal respons, fokus diarahkan pada upaya penanganan jangka pendek untuk mengurangi risiko langsung terhadap jiwa dan harta benda. Penanganan tersebut mencakup penanggulangan dampak di permukiman terdampak serta pemulihan layanan dasar yang terganggu.

BPBD juga terus melakukan pendataan dampak dan kondisi lapangan sebagai dasar perencanaan lanjutan. Hasil pemantauan menjadi acuan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk dukungan logistik dan bantuan yang diperlukan oleh warga terdampak.

Publik diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan mengikuti informasi resmi. Upaya kolektif antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di wilayah Banten.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Gibran Borong Ikan Baronang, Ikan Panjang, dan Sayuran di Pasar Biak Numfor

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

BGN: 2.674 Orang dari Kelompok 3B Terima MBG di Manokwari

13 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Bupati Bantul Sebut Gerai Kopdes Merah Putih Sedang Dibangun

12 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Hujan Deras Picu Banjir, Akses Perbatasan Sanggau-Malaysia Terputus

12 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Banjir Akibat Hujan Deras Rendam Enam Desa di Kecamatan Sindue, Donggala

11 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara