Puluhan Warga Jakarta Garden City Turun ke Jalan Tuntut Kepastian soal RDF dan Infrastruktur Menteri LH Dorong Perkuat Pemilahan untuk Hadapi Krisis Sampah Daerah Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Pencarian Sedang Berlangsung KAI Daop 7 Madiun: Genangan Air di Pekalongan Tidak Menghambat Keberangkatan Kereta Novita Hardini Dorong InJourney Berperan dalam Pengelolaan Ekosistem Pariwisata Vincent Kompany Pastikan Jamal Musiala Siap Tampil Lawan RB Leipzig

Politik

Kemendagri Minta Program Bina Adwil Berorientasi Dampak Nyata, Bukan Rutinitas

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri mengimbau agar seluruh program yang dilaksanakan tidak hanya menjadi kegiatan rutin semata, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Penekanan pada hasil yang dapat dirasakan

Pernyataan tersebut menekankan kebutuhan untuk mengarahkan kegiatan pemerintah daerah dan unit pelaksana teknis agar lebih fokus pada hasil yang dapat diukur dan dirasakan oleh publik. Imbauan ini mendorong agar proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program mempertimbangkan efektivitas nyata di lapangan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Pengelolaan yang tidak sekadar formalitas

Menurut arahan dari Ditjen Bina Adwil, upaya penguatan administrasi kewilayahan perlu diikuti oleh perubahan paradigma dalam pengelolaan program. Kegiatan yang hanya berjalan karena kebiasaan atau tuntutan rutinitas sebaiknya dievaluasi kembali untuk memastikan sumber daya dan anggaran yang digunakan memberikan manfaat maksimal.

Signifikansi bagi penyelenggaraan daerah

Imbauan tersebut relevan bagi berbagai tingkatan pemerintahan dan pelaksana program yang berkaitan dengan administrasi kewilayahan. Dengan menekankan dampak nyata, diharapkan kebijakan dan kegiatan lapangan dapat lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat serta meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas pemerintah daerah.

Aspek pelaksanaan dan evaluasi

Untuk mewujudkan pergeseran dari rutinitas ke orientasi dampak, kebijakan umum biasanya mencakup penguatan mekanisme perencanaan yang berbasis hasil, pengukuran capaian program, dan evaluasi berkala. Langkah-langkah ini membantu memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas dan indikator keberhasilan yang dapat dipantau.

Pentingnya keterpaduan dan koordinasi

Perubahan orientasi program juga memerlukan koordinasi antara unit teknis, pemangku kepentingan di daerah, serta pemantauan yang konsisten. Keterpaduan antar-aktor menjadi kunci agar intervensi yang dijalankan saling mendukung dan tidak terfragmentasi menjadi serangkaian kegiatan yang hanya bersifat administratif.

Harapan terhadap dampak langsung

Dengan menempatkan dampak sebagai tolok ukur utama, diharapkan program-program administrasi kewilayahan dapat lebih responsif terhadap permasalahan lokal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan jika hasilnya dapat dirasakan secara langsung.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat administrasi kewilayahan, ajakan untuk berorientasi pada hasil mengingatkan para pelaksana program untuk terus meninjau efektivitas kegiatan, memperbaiki proses yang tidak produktif, dan memastikan setiap langkah kerja memiliki orientasi manfaat yang jelas.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Novita Hardini Dorong InJourney Berperan dalam Pengelolaan Ekosistem Pariwisata

17 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Kepala Sekolah Solo Raya Nyatakan Dukungan untuk Program Prioritas Prabowo

16 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Prof Zainal Arifin: Demokrasi dan Lembaga Independen Saling Memperkuat

15 Januari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

DPR Tekankan Kebutuhan Mendesak Percepatan Transisi ke Energi Bersih

15 Januari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

Mendes Yandri Tegaskan Desa Sebagai Pelaku Utama Pembangunan Nasional

15 Januari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News
Trending di Politik