Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Nusantara

Pendakian Gunung Kerinci Tetap Ditutup Karena Rencana Ritual Adat Meski Gempa Menurun

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pendakian Gunung Kerinci tetap ditutup meski intensitas kegempaan dilaporkan mengalami penurunan. Penutupan itu dipertahankan untuk memberi ruang pelaksanaan rencana ritual adat yang akan berlangsung di kawasan gunung tersebut.

Keputusan penutupan dan latar belakang

Aktivitas pendakian yang sebelumnya dihentikan masih belum dibuka kembali. Meskipun frekuensi getaran bawah permukaan menurun, akses bagi pendaki belum diperbolehkan karena alasan adat yang menjadi pertimbangan utama bagi pihak terkait.

Penutupan ini menyatakan bahwa meskipun kondisi geologi relatif mereda, aspek sosial-budaya menjadi faktor yang menentukan kapan area pendakian kembali dibuka. Rencana ritual adat disebut sebagai alasan utama pelarangan sementara aktivitas pendaki di Gunung Kerinci.

Dampak terhadap pendakian dan masyarakat

Keputusan untuk tidak melanjutkan kegiatan pendakian berdampak pada para calon pendaki dan pelaku jasa pariwisata yang melayani pendakian. Mereka harus menunda rencana dan menunggu pengumuman lebih lanjut terkait pembukaan kembali jalur pendakian.

Kawasan yang menjadi tempat ritual adat biasanya melibatkan pengaturan khusus yang bertujuan menjaga tata kelola dan keamanan saat kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, pembatasan akses di sekitar gunung diberlakukan sampai prosesi adat direncanakan selesai.

Pentingnya menggabungkan aspek keselamatan dan budaya

Kasus penutupan ini menegaskan bahwa pengelolaan kawasan gunung berapi tidak hanya bergantung pada parameter kegempaan atau kondisi teknis, tetapi juga mempertimbangkan faktor kultural. Keputusan menutup jalur pendakian menunjukkan upaya untuk menyeimbangkan kepentingan keselamatan publik dan penghormatan terhadap praktik adat setempat.

Para pihak yang berkepentingan dan masyarakat sekitar diharapkan berkoordinasi dalam menentukan waktu yang tepat untuk membuka kembali akses, dengan memperhatikan hasil pemantauan kondisi alam serta kebutuhan pelaksanaan adat yang telah direncanakan.

Apa yang perlu diperhatikan pendaki

Calon pendaki disarankan memantau informasi resmi terkait status pembukaan jalur sebelum merencanakan perjalanan. Mengingat penutupan dipertahankan hingga ritual adat terlaksana, perubahan jadwal dapat terjadi sejalan dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh otoritas atau pengelola kawasan.

Dengan situasi yang mengutamakan keselamatan dan pemenuhan kewajiban budaya, diharapkan keputusan ini dapat dilaksanakan dengan tertib sehingga setelah proses adat selesai, kondisi yang memungkinkan pembukaan kembali jalur dapat dinilai dengan matang.

Gunung Kerinci

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru

27 April 2026 - 18:03 WIB

ANTARA News

Persiapan Optimal Layanan Haji di Makkah oleh Petugas PPIH

24 April 2026 - 19:58 WIB

ANTARA News

Pemkot Jaktim Tingkatkan Pembinaan untuk Pertanian Melon Inthanon

24 April 2026 - 13:26 WIB

ANTARA News

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara