KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

Ekonomi

Indef: Sektor Energi hingga Manufaktur Jadi Daya Tarik Investasi Indonesia di WEF

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Indef Nilai Energi hingga Manufaktur Menarik bagi Investor di WEF

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menyampaikan bahwa sektor energi hingga manufaktur menjadi daya tarik utama investasi bagi Indonesia di forum World Economic Forum (WEF). Pernyataan ini menyoroti posisi beberapa sektor strategis Indonesia dalam menarik minat pelaku usaha dan investor internasional.

Pernyataan dari Indef tersebut menggarisbawahi bahwa perhatian terhadap sektor-sektor tertentu berpotensi mendorong masuknya modal asing. Meskipun tidak dirinci secara kuantitatif dalam pernyataan singkat ini, fokus pada energi dan manufaktur mengindikasikan area yang dipandang memiliki nilai tambah dan relevansi bagi pasar global.

Makna Bagi Perekonomian

Keterangan mengenai daya tarik sektor-sektor tersebut di forum internasional seperti WEF dapat dipandang sebagai sinyal bagi pelaku pasar bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi tujuan investasi pada bidang-bidang strategis. Hal ini, dalam konteks umum, biasanya dikaitkan dengan peluang penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan rantai nilai tambah nasional.

Perkembangan minat investor pada sektor energi dan manufaktur di forum internasional juga membuka ruang diskusi tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk memaksimalkan manfaat investasi. Misalnya, upaya memperkuat iklim usaha, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta kebijakan yang mendukung kelancaran investasi sering menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas di forum-forum ekonomi global.

Implikasi dan Persiapan

Menilai daya tarik investasi pada sektor-sektor tertentu juga berimplikasi pada kebutuhan koordinasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku swasta. Sekalipun pernyataan Indef tidak merinci strategi, umumnya kondisi tersebut menuntut perencanaan yang matang agar investasi dapat berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penting juga diperhatikan bahwa menarik minat investor di tingkat internasional tidak hanya soal peluang bisnis semata, tetapi juga bagaimana memastikan investasi tersebut berkelanjutan dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional. Forum seperti WEF biasanya menjadi platform di mana isu-isu itu diangkat, dan penilaian dari lembaga pemikir seperti Indef memetakan persepsi pasar terhadap kesempatan yang ada.

Kesimpulan

Pernyataan Indef yang disampaikan oleh Esther Sri Astuti menunjukkan adanya perhatian terhadap posisi sektor energi dan manufaktur sebagai daya tarik investasi Indonesia di WEF. Sinyal seperti ini penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi untuk menimbang langkah-langkah yang diperlukan agar potensi investasi tersebut dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Jambi Janji Ganti Rugi untuk Nasabah yang Terdampak Gangguan Layanan

26 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Kemenperin Klarifikasi Isu Pemutusan Hubungan Kerja di Pabrik Mie Sedaap

26 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi