Makassar — TNI Angkatan Udara melalui Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin di Makassar mengerahkan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto untuk membantu proses identifikasi korban dari insiden yang melibatkan pesawat jenis ATR 42-500.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya bantuan yang diberikan oleh institusi TNI AU. Pengiriman tim medis dari RSAU dr. Dody Sardjoto menunjukkan keterlibatan unsur kesehatan militer dalam mendukung penanganan pasca-kecelakaan, khususnya pada tahapan identifikasi yang memerlukan keahlian dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan, mobilisasi personel dan fasilitas dilakukan melalui Lanud Sultan Hasanuddin. Pengiriman tenaga dan fasilitas medis tersebut ditujukan untuk memperkuat proses identifikasi korban sehingga dapat membantu memastikan data korban secara akurat.
Penggunaan sumber daya TNI AU dalam bentuk RSAU menggarisbawahi peran institusi militer dalam memberikan dukungan teknis pada situasi darurat sipil yang memerlukan kemampuan medis khusus. Keterlibatan rumah sakit militer ini juga diharapkan dapat saling melengkapi dengan upaya dari pihak-pihak terkait lainnya yang tengah menangani insiden pesawat ATR 42-500.
Insiden yang menimpa pesawat ATR 42-500 memicu respons cepat dari berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, kehadiran RSAU dr. Dody Sardjoto di lapangan diharapkan mempercepat proses identifikasi sehingga keluarga korban dan otoritas yang berwenang dapat memperoleh kepastian mengenai identitas korban.
Pelibatan rumah sakit militer merupakan bagian dari standard prosedur ketika dibutuhkan dukungan medis intensif atau keahlian khusus dalam proses penanganan korban. Langkah ini biasanya melibatkan koordinasi antara unsur militer, lembaga terkait, dan penyelenggara penanganan darurat lainnya di lokasi kejadian.
Gambar terkait pelibatan tim medis dan aktivitas di lapangan menunjukkan upaya bergerak cepat untuk merespons kebutuhan proses identifikasi. Dokumentasi visual tersebut menjadi bagian dari kronologi penanganan setelah kecelakaan yang menimpa pesawat ATR 42-500.
Pihak TNI AU, melalui Lanud Sultan Hasanuddin, memastikan pengiriman RSAU dr. Dody Sardjoto berjalan sebagai bentuk dukungan profesional pada upaya identifikasi. Proses-proses yang dijalankan di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta protokol yang berlaku dalam penanganan korban.
Situasi ini menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi ketika terjadi peristiwa darurat berisiko tinggi. Pelibatan rumah sakit militer menjadi salah satu upaya nyata yang dapat membantu mempercepat pemulihan data identitas korban sehingga proses lanjutan, baik untuk kepentingan keluarga korban maupun proses administrasi, dapat segera dilaksanakan.
Gambar: Aktivitas tim terkait penanganan pasca-kecelakaan pesawat ATR 42-500 (sumber foto: Antara/Nusantara).
Foto: ANTARA News






