Pemerintah Provinsi Tegaskan Kabar Batalnya Wisatawan Asing Tidak Benar
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tidak benar adanya kabar bahwa kunjungan wisatawan mancanegara dibatalkan karena aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu yang beredar di publik dan media sosial yang menautkan keberadaan tambang ilegal dengan penurunan kunjungan wisatawan asing.
Penolakan atas isu yang tersebar
Dalam menanggapi kabar yang beredar, Pemprov NTB menegaskan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata. Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya dan mengandalkan konfirmasi resmi dari pihak terkait sebelum mempercayai atau meneruskan kabar serupa.
Menjaga citra dan kenyamanan pariwisata
Pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi NTB, sehingga setiap isu yang berpotensi menimbulkan keresahan ditangani dengan serius oleh pemerintah daerah. Pernyataan klarifikasi ini dimaksudkan untuk memberi kepastian kepada pelaku usaha pariwisata, wisatawan, dan masyarakat setempat agar tidak salah paham terhadap kondisi yang terjadi.
Imbauan untuk verifikasi informasi
Pemprov juga mengimbau publik untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat dihimbau melakukan verifikasi ke sumber resmi sebelum membagikan atau menanggapi berita yang dapat memengaruhi reputasi daerah dan industri pariwisata.
Peran komunikasi antar-pemangku kepentingan
Klarifikasi dari pemerintah daerah ini menjadi bagian dari upaya komunikasi yang lebih luas antara Pemprov, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk memastikan seluruh pihak mendapat informasi yang akurat dan tindakan yang diambil berdasarkan data serta konfirmasi resmi.
Dampak isu terhadap kepercayaan publik
Penyebaran kabar yang belum diverifikasi berpotensi menimbulkan ketidakpastian di kalangan wisatawan dan pelaku usaha. Oleh sebab itu, langkah cepat berupa klarifikasi dianggap perlu untuk meredam kekhawatiran dan mencegah informasi keliru berkembang lebih luas.
Langkah ke depan
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga stabilitas pariwisata. Selain merespons hoaks atau informasi yang menyesatkan, koordinasi antar-pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan layanan dan pengalaman wisata tetap terjaga bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Pesan penutup
Pemprov NTB mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan mengutamakan sumber informasi resmi. Penanganan isu dan klarifikasi akan terus dilakukan sesuai kebutuhan agar kondisi lapangan dan persepsi publik tetap sinkron, serta upaya pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan dapat terus berjalan.
Foto: ANTARA News






