BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Dunia

Sekjen PBB Kecam Penghancuran Bangunan Kompleks UNRWA oleh Pasukan Israel

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Sekretaris Jenderal PBB Kecam Penghancuran Kompleks UNRWA

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada Selasa menyampaikan kecaman atas tindakan pasukan Israel yang menghancurkan bangunan di kompleks UNRWA. Pernyataan itu menegaskan penolakan PBB terhadap penghancuran fasilitas yang terkait dengan badan PBB tersebut.

Kejadian ini menarik perhatian komunitas internasional setelah dilaporkan bahwa sejumlah bangunan di salah satu kompleks yang dikelola oleh UNRWA mengalami kerusakan akibat aksi militer. Guterres secara terbuka mengutuk tindakan tersebut, menunjukkan kekhawatiran tinggi dari pimpinan PBB mengenai peristiwa yang berdampak pada infrastruktur yang berafiliasi dengan badan bantuan PBB.

Implikasi terhadap Operasional UNRWA

Meskipun rincian spesifik terkait waktu, lokasi tepat atau dampak lanjutan tidak disebutkan secara rinci dalam pernyataan singkat, penghancuran bangunan yang terkait dengan UNRWA berpotensi menimbulkan gangguan terhadap fungsi dan layanan kemanusiaan yang diberikan melalui fasilitas-fasilitas tersebut. Kompleks milik UNRWA biasanya berperan dalam menyediakan berbagai layanan penting bagi komunitas lokal, sehingga kerusakan pada fasilitas itu menimbulkan kekhawatiran terkait kelangsungan operasional di lapangan.

Pernyataan Guterres mencerminkan sikap tegas PBB terhadap perlindungan fasilitas-fasilitas yang memiliki peran kemanusiaan. Seruan seperti ini kerap muncul ketika instalasi yang terkait badan-badan PBB atau organisasi kemanusiaan lain menjadi target atau terpengaruh oleh operasi militer, karena dampaknya dapat meluas pada penerima bantuan dan staf yang bekerja di lokasi tersebut.

Reaksi dan Perhatian Internasional

Kecaman dari Sekjen PBB biasanya diikuti oleh perhatian dari berbagai pihak internasional, termasuk negara-negara anggota dan organisasi kemanusiaan, yang memantau perkembangan situasi untuk menilai kebutuhan respons dan perlindungan lebih lanjut terhadap fasilitas serupa. Sikap tegas pimpinan PBB ini menyoroti pentingnya menjunjung tinggi perlindungan terhadap aset-aset kemanusiaan agar bantuan dapat terus diberikan tanpa hambatan.

Sampai saat pernyataan ini dilaporkan, detail lanjutan tentang penyebab spesifik penghancuran, dampak manusia atau respons langsung dari pihak-pihak yang terlibat belum tersedia dalam pernyataan singkat yang dikeluarkan pada Selasa tersebut. Sumber-sumber resmi dan badan terkait diharapkan memberikan penjelasan dan informasi tambahan pada perkembangan berikutnya.

Penutup

Langkah Sekjen PBB mengutuk penghancuran bangunan di kompleks UNRWA menunjukkan perhatian organisasi internasional terhadap keselamatan fasilitas kemanusiaan. Pernyataan ini menegaskan posisi PBB mengenai pentingnya melindungi infrastruktur yang mendukung bantuan dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak konflik.

Gambar: Foto Sekjen PBB Antonio Guterres (sumber foto: Xinhua/PBB/HO Manuel Elias).

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris

26 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Menlu Malaysia Hubungi Rekan Iran, Mendesak Gencatan Senjata Segera

25 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

China Tegaskan Komitmen Mediasi Diplomatik di Tengah Konflik Timur Tengah

24 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

JDF Asia Pasifik Mendesak Tekanan Internasional agar Israel Buka Akses Masjidil Aqsa

24 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Non-Afiliasi AS dan Israel

24 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia