BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

Nusantara

Keluarga Ikut Turut dalam Pencarian Deden Maulana: Pengalaman di Lokasi Kecelakaan ATR 42-500 di Makassar

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Keluarga Ikut Turut dalam Pencarian

Sebagian keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 mengisahkan pengalaman saat mereka ikut serta dalam upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian di wilayah pegunungan dekat Makassar. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana keluarga mencoba mencari jawaban dan bukti atas nasib orang terkasih setelah kecelakaan.

Berada di Lokasi Pencarian

Mereka menceritakan bahwa kehadiran di area pencarian bukan sekadar untuk melihat, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril sekaligus mendapatkan informasi langsung dari petugas yang terlibat. Kondisi di lapangan yang berbukit dan menantang membuat proses pencarian berlangsung sulit, sehingga keluarga merasakan langsung tekanan emosional dan fisik selama berada di lokasi.

Harapan dan Kekhawatiran

Dalam keterangannya, keluarga menuturkan pergulatan batin antara harapan menemukan tanda-tanda keberadaan korban dan kecemasan menghadapi kemungkinan terburuk. Mereka datang dengan niat kuat untuk membantu mencari kepastian agar proses pemulihan dan penghormatan terhadap korban dapat berlangsung sesuai kondisi yang ditemukan.

Kebutuhan Informasi

Keluarga menekankan pentingnya alur komunikasi yang jelas dengan tim pencari. Dengan berada di lokasi, mereka dapat menerima informasi lebih cepat tentang perkembangan operasi pencarian dan koordinasi antara berbagai pihak. Hal ini dirasakan membantu mengurangi kebingungan sekaligus memberi kesempatan bagi keluarga untuk menyampaikan kebutuhan atau permintaan terkait proses identifikasi.

Situasi Emosional

Suasana di area pencarian dilukiskan penuh emosi. Kepedihan, harapan, dan kecemasan saling bergantian dirasakan anggota keluarga saat menunggu kabar. Keinginan untuk menemukan kepastian membuat mereka tetap bertahan di lokasi meskipun kondisi medan dan cuaca menambah tantangan.

Tindakan Prosedural

Keluarga juga mencatat adanya prosedur yang diikuti tim pencari di lapangan, termasuk langkah-langkah keamanan dan penanganan jenazah bila ditemukan. Mereka menghormati proses yang diterapkan agar upaya pencarian bisa berjalan teratur dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Permintaan untuk Kesabaran dan Dukungan

Para anggota keluarga mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang dan dukungan selama proses pencarian berlangsung. Mereka berharap semua pihak bisa menjaga empati dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kebingungan atau beban tambahan bagi keluarga yang sedang berduka.

Penutup

Pengalaman keluarga yang mengikuti pencarian menggambarkan sisi kemanusiaan di balik operasi SAR: bukan hanya soal teknik dan prosedur, tetapi juga soal kebutuhan keluarga akan kepastian dan penghormatan terhadap orang yang hilang. Mereka tetap menaruh harap agar proses pencarian dapat memberikan jawaban yang mereka nantikan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis

28 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

27 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026

27 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Kemenhub dan CEO Maskapai Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

26 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara