KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

Politik

Mahasiswa Harap Kunjungan Prabowo ke Swiss Dongkrak Masuknya Investasi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Mahasiswa Sambut Positif Kunjungan Presiden ke Swiss

Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Swiss dipandang oleh sejumlah mahasiswa sebagai kesempatan strategis untuk meningkatkan aliran modal dan membuka akses kerja sama baru. Mereka menilai kunjungan kenegaraan semacam ini memiliki potensi besar untuk menarik perhatian investor dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Harapan Terhadap Peluang Investasi

Menurut para mahasiswa, momentum kehadiran kepala negara di negara yang mempunyai konsentrasi investor dan pusat keuangan internasional seperti Swiss dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan sektor-sektor unggulan Indonesia. Mereka berharap kunjungan tersebut akan menghasilkan komitmen baru dari pelaku usaha asing untuk menanamkan modal di Tanah Air.

Manfaat Ekonomi dan Jangka Panjang

Para pelajar menyoroti bahwa manfaat dari kunjungan semacam ini tidak hanya bersifat instan. Selain potensi investasi langsung, hubungan yang terjalin juga dapat membuka peluang transfer teknologi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, dan akses pasar internasional yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Pentingnya Diplomasi Ekonomi

Mahasiswa menggarisbawahi peran diplomasi ekonomi sebagai alat untuk mempertemukan kepentingan pemerintah dengan dunia usaha. Dalam pandangan mereka, kunjungan resmi pejabat tinggi negara dapat menjadi platform untuk memaparkan iklim usaha, insentif, serta potensi investasi yang dimiliki Indonesia kepada khalayak internasional.

Harapan Akan Tindak Lanjut yang Konkret

Selain sambutan positif, terdapat juga harapan agar pertemuan-pertemuan dalam kunjungan tersebut tidak berhenti pada deklarasi semata. Mahasiswa berharap ada langkah nyata berupa perjanjian, nota kesepahaman, atau rencana kerja sama yang jelas sehingga janji-janji investasi bisa terealisasi dan memberikan dampak bagi perekonomian domestik.

Peran Pemerintah dan Dunia Pendidikan

Dalam kerangka upaya menarik investasi, mahasiswa melihat bahwa sinergi antar-instansi pemerintah dan keterlibatan institusi pendidikan penting untuk disinergikan. Pendidikan tinggi dapat berperan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sehingga investasi asing dapat menyerap tenaga kerja lokal dan berkontribusi pada pengembangan kapasitas domestik.

Optimisme di Kalangan Masyarakat Muda

Secara umum, para mahasiswa menanggapi kunjungan Presiden tersebut dengan optimisme. Mereka berharap peluang yang terbuka tidak hanya menguntungkan skala besar, tetapi juga memberi peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah melalui jejaring kerja sama dan akses pasar baru.

Kesimpulan: Kehadiran Presiden Prabowo di Swiss dianggap oleh mahasiswa sebagai kesempatan penting untuk menarik investasi dan memperdalam kerja sama ekonomi. Harapan mereka mencakup realisasi komitmen investasi, transfer teknologi, serta peningkatan kesempatan bagi tenaga kerja dan pelaku usaha di Indonesia.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertemuan Hangat Prabowo dan MBZ Perkokoh Kemitraan Strategis RI-PEA

27 Februari 2026 - 10:00 WIB

AHY: Indonesia Perlu Kapasitas Tampungan Air 150 Meter Kubik per Kapita

24 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Anggota DPR Minta Percepatan dan Pemerataan Imunisasi Nasional untuk Cegah Campak

24 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Menko PM: Direksi Baru Jadi Momentum Transformasi Menyeluruh BPJS Kesehatan

23 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Politik Kemarin: Dari Penilaian Diplomasi di BoP hingga Situasi Keamanan Papua

23 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik