BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

Nusantara

DKP Mataram Salurkan 3 Ton Beras untuk Korban Bencana Hidrometeorologi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

DKP Mataram Turun Tangan Bantu Kebutuhan Pangan Korban Bencana

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan penyaluran bantuan beras sebanyak tiga ton untuk para korban bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi warga terdampak.

Penyaluran beras ini merupakan salah satu upaya cepat yang dilakukan oleh instansi terkait untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami gangguan pasokan makanan akibat peristiwa hidrometeorologi. Beras disalurkan sebagai kebutuhan pokok yang dapat langsung dimanfaatkan oleh keluarga-keluarga yang terdampak.

Langkah yang diambil oleh DKP Kota Mataram mencerminkan peran institusi dalam menyediakan bantuan pangan saat terjadi gangguan ketersediaan atau akses terhadap bahan makanan. Pengiriman bantuan beras diharapkan memberikan ketersediaan pangan sementara sambil upaya pemulihan dan distribusi bantuan lainnya terus dilaksanakan.

Pendekatan pemberian bantuan ini umumnya diprioritaskan untuk kelompok paling rentan dan wilayah yang paling membutuhkan. Penyaluran bahan pangan pokok seperti beras membantu memastikan bahwa kebutuhan gizi dasar tetap terpenuhi dalam fase awal tanggap darurat.

Saat bencana hidrometeorologi terjadi, akses terhadap pasokan dan distribusi pangan seringkali terganggu sehingga langkah cepat dalam menyalurkan bahan makanan menjadi sangat penting. Bantuan beras dari DKP diharapkan dapat menyokong ketahanan pangan keluarga-keluarga yang belum menerima bantuan lain atau yang mengalami keterbatasan pasokan.

Meski skala bantuan beras ini bersifat sementara, peran serta instansi terkait menjadi elemen penting dalam rangkaian respons bencana. Bantuan pangan yang tepat waktu membantu mengurangi dampak langsung terhadap kesejahteraan warga dan memberi ruang bagi upaya penanganan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan lain.

Informasi mengenai penyaluran, termasuk mekanisme pendistribusian dan sasaran penerima, disampaikan oleh pihak berwenang setempat agar bantuan dapat tepat sasaran dan efektif dalam jangka pendek. Proses distribusi ini diharapkan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Situasi tanggap darurat membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak untuk memastikan aliran bantuan berjalan lancar. Bantuan beras dari DKP Kota Mataram menjadi salah satu bentuk respons awal yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok warga. Upaya pemulihan dan pemantauan kondisi kebutuhan pangan akan terus menjadi perhatian sampai situasi dinyatakan pulih.

Pemberian bantuan bahan pangan pokok seperti beras mencerminkan upaya memastikan keamanan pangan di tengah kondisi darurat, serta menunjang stabilitas sosial dan kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascaperistiwa hidrometeorologi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis

28 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

27 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026

27 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Kemenhub dan CEO Maskapai Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

26 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara