Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Ekonomi

Komisi VII Dorong Pembinaan untuk Memperkuat Industri Jamu Lokal Berbasis UMKM

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menekankan pentingnya memperkuat industri jamu yang diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui upaya pembinaan khusus. Dorongan tersebut bertujuan mendukung kelangsungan dan daya saing produk jamu lokal di pasar.

Menurut Hendry, fokus pada pembinaan menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan kapasitas pelaku UMKM yang bergerak di sektor jamu. Pembinaan dipandang mampu membantu produsen skala kecil meningkatkan kualitas produk serta memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai industri tradisional ini.

Inisiatif yang didorong Komisi VII menempatkan perhatian pada peran pemerintah dan pihak terkait dalam menyediakan pendampingan yang sistematis bagi pelaku usaha. Pendekatan pembinaan diharapkan memberi kesempatan kepada UMKM untuk memperbaiki proses produksi, memenuhi standar yang berlaku, dan menjajaki saluran pemasaran yang lebih luas.

Komisi VII, melalui dorongan politik dan pengawasan, memandang pembinaan sebagai langkah preventif sekaligus promotif. Selain membantu penguatan kapasitas teknis, pembinaan juga diyakini dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola usaha secara bisnis sehingga keberlanjutan produksi jamu lokal menjadi lebih terjamin.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat jamu merupakan bagian dari warisan tradisi yang memiliki potensi ekonomi bagi komunitas lokal. Dengan pembinaan yang tepat, para produsen jamu skala mikro dan kecil diharapkan dapat meraih manfaat lebih besar dari usaha yang mereka jalankan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional produk tersebut.

Pembinaan yang digagas tidak hanya berorientasi pada aspek teknis produksi, melainkan juga pada peningkatan kapasitas pengelolaan usaha. Pendampingan dapat mencakup penataan administrasi, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran yang menyesuaikan dengan perkembangan pasar modern. Tujuannya adalah menciptakan UMKM jamu yang lebih tangguh dan adaptif.

Selain itu, pembinaan dianggap mampu membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, serta lembaga pendukung yang memiliki peran dalam pengembangan ekonomi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat akses UMKM ke berbagai sumber daya yang mendukung, termasuk informasi, pelatihan, dan fasilitas yang relevan.

Hendry Munief menekankan bahwa perhatian terhadap sektor jamu harus berkelanjutan agar manfaatnya terasa secara luas. Komitmen dalam bentuk pembinaan berkelanjutan diyakini dapat mendorong tumbuhnya produk jamu yang lebih bermutu, aman dikonsumsi, dan mampu bersaing di tingkat lokal maupun lebih luas.

Upaya penguatan industri jamu melalui pembinaan menjadi bagian dari upaya memajukan ekonomi kerakyatan. Dengan mendukung pelaku UMKM, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah bagi produk tradisional serta terbukanya kesempatan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat penghasil jamu.

Sumber gambar: Antara/Ilustrasi

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

26 April 2026 - 16:02 WIB

ANTARA News

Ketua MPR RI Dukung Inisiatif Ekonomi Kreatif di Banyumas

26 April 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

DPR Dorong Kebijakan Terpadu untuk Stabilitas Rupiah

25 April 2026 - 14:01 WIB

ANTARA News

Anggota DPR: Sinergi Antarprovinsi Penting untuk Perekonomian Sumatera

24 April 2026 - 12:47 WIB

ANTARA News

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi