KLH Tingkatkan Pengawasan Perusahaan di Sumatra
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pengawasan terhadap 68 perusahaan di wilayah Sumatra. Langkah ini ditempuh dalam rangka menangani bencana hidrometeorologi yang menjadi perhatian nasional.
Fokus pengawasan
Pengawasan yang dilakukan oleh KLH dimaksudkan untuk memastikan adanya kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan serta untuk meminimalkan potensi dampak yang berkaitan dengan kejadian hidrometeorologi. Informasi mengenai jumlah perusahaan yang diawasi dan inisiatif pengawasan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Hanif Faisol Nurofiq.
Tujuan langkah
Menurut pernyataan yang disampaikan, upaya pengawasan ini merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Kegiatan pemantauan diarahkan pada pelaksanaan kewajiban lingkungan oleh pelaku usaha, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko yang muncul akibat kondisi hidrometeorologi ekstrem.
Pentingnya koordinasi
Dalam konteks penanganan bencana, pengawasan dari instansi lingkungan menjadi bagian dari rangkaian tindakan untuk menghadapi berbagai dampak. Pernyataan Menteri Hanif menekankan peran KLH dalam memastikan perusahaan menjalankan praktik yang sesuai dengan peraturan lingkungan, sebagai salah satu upaya mitigasi risiko.
Informasi visual
Gambar yang menyertai pemberitaan menampilkan suasana terkait rapat kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup, yang menjadi bagian dari rangkaian komunikasi antara pihak-pihak terkait untuk membahas langkah-langkah penanganan dan pengawasan. Sumber gambar diberi label “Warta Bumi”.
Penutup
Pernyataan resmi dari KLH dan Kepala BPLH memberikan gambaran bahwa upaya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di Sumatra menjadi salah satu strategi untuk memperkecil dampak bencana hidrometeorologi. Langkah-langkah detail terkait pelaksanaan pengawasan disampaikan oleh KLH melalui pernyataan resmi yang dipimpin oleh Menteri Hanif Faisol Nurofiq.
Foto: ANTARA News






