Bogor Tertibkan 63 Billboard Sepanjang 2025, Kota Dinilai ‘Bebas Sampah Visual’ Iran Nyatakan Siap Mengurangi Pengayaan Uranium Secara Bersyarat Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur Pemkot Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Libatkan Lintas OPD Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

Humaniora

Ibu Inspiratif PNM: Belajar di Lantai, Menyatukan Tekad dan Impian

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Ibu, Lantai, dan Mimpi yang Menjulang

Jakarta (ANTARA) – Di tengah percepatan digitalisasi, cerita tentang tekad dan ketekunan masih menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan dan bimbingan manusiawi tak tergantikan. Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah tentang seorang ibu yang meskipun belajar dari lantai, tetap menatap masa depan dengan ambisi yang tinggi.

Kondisi tempat belajar yang sederhana tak mengurangi semangatnya. Justru, gambaran itu menjadi simbol: keterbatasan fisik tidak otomatis menutup jalan menuju impian. Dalam situasi seperti ini, peran pendamping, pengajar, dan lingkungan belajar menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan.

Peran Guru dan Pendampingan

Memasuki era digital, teknologi menawarkan banyak kemudahan, namun elemen manusia seperti guru dan fasilitator tetap menjadi fondasi utama dalam pembentukan kapasitas. Sosok pengajar atau pendamping sering kali berperan sebagai motivator, pengarah, dan sumber pengetahuan yang membantu peserta didik menavigasi tantangan, termasuk mereka yang belajar dalam kondisi serba sederhana.

Dalam kisah ini, keberadaan figur pendamping membantu menyalakan semangat belajar. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, melainkan juga memberi dukungan moral dan strategi untuk menghadapi hambatan praktis—mulai dari keterbatasan tempat belajar hingga keterbatasan akses terhadap sumber daya.

Sedikit Ruang, Banyak Harapan

Kisah ibu yang belajar di lantai mengingatkan kita bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya diukur dari fasilitas fisik. Motivasi, konsistensi, dan dukungan sosial punya peran besar dalam menentukan hasil. Ketekunan yang ditunjukkan oleh pelaku cerita ini memperlihatkan betapa kuatnya dorongan untuk memperbaiki kondisi hidup lewat pendidikan dan keterampilan.

Kisah seperti ini juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana program-program pendidikan dan pemberdayaan dapat dirancang agar inklusif, relevan, dan sensitif terhadap keterbatasan peserta. Pendekatan yang menempatkan kebutuhan peserta di pusat perencanaan akan lebih efektif dalam menjangkau mereka yang berada di luar akses pengetahuan konvensional.

Simbolisme dan Harapan

Belajar di lantai bisa dilihat sebagai metafora: dari titik awal sederhana, seseorang dapat bermimpi setinggi langit. Simbolisme tersebut menguatkan pesan bahwa kondisi awal bukanlah penentu akhir. Dengan dukungan yang tepat, tekad kuat, dan kesempatan untuk belajar, perubahan dapat diwujudkan secara bertahap.

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa usaha kolektif—baik dari keluarga, pendamping, maupun komunitas—memiliki peran penting dalam membuka peluang. Di masa ketika teknologi berkembang cepat, sinergi antara akses digital dan sentuhan manusiawi menjadi kunci agar aspirasi individual tidak kehilangan arah.

Penutup

Pada akhirnya, cerita seorang ibu yang menimba ilmu sambil duduk di lantai mengajarkan nilai ketabahan dan optimisme. Mimpi yang tinggi, jika diiringi kerja keras dan dukungan yang memadai, tetap mungkin dicapai. Kisah ini mengajak kita untuk terus menjaga perhatian terhadap mereka yang berjuang dalam kesederhanaan, serta mengingatkan pentingnya peran pendidik dan pendamping dalam proses perubahan.

Gambar: Hikayati (ilustrasi dari sumber terkait) – https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/01/29/Hikayati-PNM-Mekaar.jpg

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas

3 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

3 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Disdikbud Kota Sorong Bentuk Tim Terpadu untuk Awasi Program Sekolah Gratis

3 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Edukasi Pengasuh Kunci Menjaga Kualitas Hidup Lanjut Usia

3 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Terima Wamenkes Benjamin Bahas Pemberantasan TBC di Istana

2 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora