Media sosial jadi saluran penting untuk memperluas jangkauan produk kesehatan
Head of Business KJP Wellness, Liza Sako, menyampaikan bahwa platform media sosial kini dimanfaatkan oleh pelaku usaha kesehatan untuk memperluas akses produk mereka. Pernyataan ini menyoroti pergeseran cara pemasarann dan distribusi produk kesehatan yang semakin mengandalkan kanal digital demi menjangkau konsumen lebih luas.
Menurut Liza Sako, penggunaan media sosial tidak sekadar sebagai sarana pemasaran tradisional, melainkan juga berfungsi sebagai titik temu antara produsen, penyedia layanan, dan konsumen. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di platform tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan informasi produk, menunjukkan cara penggunaan, serta berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
Selain menjangkau audiens yang lebih luas, pemanfaatan media sosial membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan konsumen. Interaksi dua arah di media sosial memungkinkan tanggapan cepat terhadap pertanyaan dan masukan, yang pada gilirannya dapat memperbaiki pengalaman pengguna dan meningkatkan keterpercayaan terhadap produk.
Untuk pelaku usaha skala kecil dan menengah, jaringan digital ini juga menawarkan kesempatan untuk memperkenalkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada saluran distribusi tradisional. Kehadiran di platform populer dapat membantu usaha-usaha tersebut muncul di hadapan pasar yang sebelumnya sulit dijangkau, sambil menyesuaikan pesan mereka dengan kebutuhan audiens yang berbeda.
Dalam konteks produk kesehatan, keterbukaan informasi dan komunikasi yang jelas menjadi aspek penting. Media sosial dapat digunakan untuk menyajikan keterangan produk secara ringkas, menyampaikan panduan penggunaan, serta mengarahkan konsumen pada kanal resmi untuk informasi lebih mendalam. Hal ini dapat mendukung upaya transparansi dan edukasi terkait produk yang ditawarkan.
Meski demikian, pemanfaatan media sosial juga membawa tantangan tersendiri. Keberhasilan dalam memanfaatkan platform digital bergantung pada bagaimana pesan disusun, kredibilitas sumber, serta kemampuan untuk menjaga konsistensi informasi. Pelaku usaha perlu memastikan bahwa seluruh komunikasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.
Pengembangan strategi komunikasi yang tepat di media sosial menjadi kunci agar akses yang lebih luas tidak hanya berarti jangkauan, tetapi juga kualitas interaksi. Penggunaan konten edukatif, testimoni pengguna, serta kanal layanan pelanggan yang responsif merupakan beberapa pendekatan yang dapat membantu memperkuat kehadiran produk kesehatan di ranah digital.
Liza Sako menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren digital ini sebagai bagian dari upaya memperluas akses produk kesehatan. Baginya, keberadaan media sosial memberi peluang bagi pelaku usaha untuk lebih dekat dengan konsumen sekaligus memperluas cakupan pasar tanpa mengabaikan aspek keselamatan informasi dan kejelasan manfaat produk.
Pergeseran ke kanal digital mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan informasi daring dalam proses pengambilan keputusan. Dengan pendekatan yang tepat, media sosial mampu menjadi jembatan antara penyedia produk kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan, sambil menjaga standar komunikasi yang bertanggung jawab.
Foto: ANTARA News






