Pulihkan Sawah untuk Mengembalikan Mata Pencaharian Petani
Bencana alam yang menyerang daerah pertanian sering kali meninggalkan dampak panjang bagi produktivitas sawah dan penghidupan petani. Pengamat pertanian dan pangan dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menekankan pentingnya program yang fokus pada pemulihan lahan pertanian sebagai jalan untuk menciptakan alternatif pendapatan bagi keluarga tani yang terdampak.
Menurut Khudori, intervensi yang tepat pada fase pascabencana tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga menyediakan skema ekonomi yang membantu petani mempertahankan kesejahteraan mereka. Langkah-langkah pemulihan dipandang perlu dirancang agar mampu mempercepat kembalinya produksi sekaligus membuka peluang usaha baru yang tahan terhadap risiko serupa di masa mendatang.
Tujuan Program Pemulihan
Program pemulihan lahan yang efektif diharapkan mampu mencapai dua tujuan utama: restorasi produktivitas sawah dan penguatan sumber pendapatan keluarga petani. Restorasi meliputi perbaikan kondisi fisik lahan, perbaikan sistem drainase atau irigasi yang rusak, serta pemulihan kesuburan tanah. Sementara itu, penguatan pendapatan diarahkan pada penyediaan pilihan usaha yang dapat dilaksanakan oleh petani selama proses pemulihan berlangsung dan setelah lahan kembali produktif.
Peran Kebijakan dan Pendampingan
Khudori menyoroti perlunya dukungan kebijakan serta pendampingan teknis untuk mewujudkan program-program tersebut. Pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang cara mengelola lahan yang baru pulih, praktik budidaya yang sesuai kondisi terkini, dan tata kelola usaha mikro yang dapat membantu keluarga tani memperoleh pemasukan tambahan. Kebijakan yang memadai akan memperkuat akses terhadap sumber daya, pasar, dan bantuan teknis.
Manfaat Jangka Panjang
Pemulihan lahan yang dirancang secara komprehensif tidak hanya membantu mengatasi dampak jangka pendek bencana, tapi juga menambah ketahanan ekonomi komunitas pertanian. Dengan kembalinya kemampuan produksi dan adanya alternatif pendapatan yang berkelanjutan, risiko kerentanan ekonomi akibat gangguan lingkungan dapat dikurangi. Ini penting agar petani tidak terjebak dalam siklus kerentanan tiap kali terjadi bencana.
Kolaborasi Pemangku Kepentingan
Keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak: petani, organisasi profesi, pemerintah daerah, dan pihak yang menyediakan bantuan teknis. Pendekatan kolaboratif memungkinkan penyesuaian intervensi sesuai konteks lokal sehingga upaya pemulihan menjadi lebih relevan dan efektif. Khudori menekankan bahwa inisiatif yang berbasis kebutuhan lokal dan didukung pembinaan berkelanjutan akan memberi manfaat paling besar.
Kesimpulan
Pemulihan sawah pascabencana merupakan langkah krusial untuk mengembalikan produktivitas dan menstabilkan pendapatan petani. Program yang mengombinasikan rehabilitasi lahan dan alternatif usaha bagi petani, dengan dukungan kebijakan dan pendampingan, dapat mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Foto: ANTARA News






