CORE Mendorong Ketua OJK Baru Bersikap Berani
Pengamat dari Center of Reform on Economics (CORE), Etika Karyani, menekankan bahwa sosok yang akan mengisi posisi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memiliki karakter kepemimpinan yang berani. Saran tersebut disampaikan berkaitan dengan kebutuhan akan pimpinan yang mampu menghadapi tekanan dan mengambil keputusan tegas demi kepentingan stabilitas sistem keuangan.
Harapan terhadap pemimpin baru
Etika menyoroti pentingnya kualitas kepemimpinan yang tidak hanya menonjolkan aspek teknis, tetapi juga keberanian moral dan ketegasan dalam penerapan kebijakan. Menurutnya, pemimpin OJK ideal harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen, pengawasan sektor jasa keuangan, serta upaya pencegahan risiko sistemik.
Tantangan yang menuntut ketegasan
Dalam konteks pengawasan sektor jasa keuangan yang kompleks, keberanian menjadi salah satu modal penting. Seorang Ketua OJK diharapkan tidak ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan ketika menghadapi praktik yang berisiko atau berpotensi merugikan publik. Etika menekankan bahwa sikap berani juga mencakup kemampuan untuk menegakkan aturan secara konsisten tanpa terpengaruh kepentingan tertentu.
Fokus pada kepentingan publik
CORE mengingatkan bahwa pemimpin lembaga pengawas harus menempatkan perlindungan nasabah dan stabilitas pasar sebagai prioritas. Kepemimpinan yang tegas akan membantu memastikan bahwa kebijakan dan pengawasan diarahkan untuk mencegah kegagalan institusi keuangan serta meminimalkan dampak bagi masyarakat luas.
Kebutuhan terhadap integritas dan profesionalisme
Selain keberanian, integritas dan profesionalisme juga menjadi aspek penting yang perlu dimiliki oleh calon Ketua OJK. Etika menggarisbawahi bahwa kombinasi antara integritas tinggi dan ketegasan kebijakan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas.
Pentingnya transparansi dan komunikasi
Seorang pemimpin yang berani juga harus mampu berkomunikasi secara jelas mengenai alasan dan tujuan kebijakan yang diambil. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan membantu membangun dukungan publik dan menjelaskan langkah-langkah pengawasan kepada pemangku kepentingan.
Kesimpulan
Center of Reform on Economics melalui Etika Karyani menekankan bahwa calon Ketua OJK perlu menonjolkan keberanian dalam menjalankan tugasnya. Kepemimpinan yang tegas, berintegritas, dan komunikatif dianggap krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi kepentingan masyarakat. Saran ini mengingatkan pentingnya memilih figur yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki keberanian moral dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan sektor jasa keuangan.
Foto: ANTARA News






