BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Politik

Anggota DPRD Jabar: Kerusakan Bangunan Sekolah Harus Cepat Ditangani

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Anggota DPRD Jabar Serukan Penanganan Cepat terhadap Kerusakan Sekolah

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Aten Munajat, menegaskan bahwa kerusakan pada bangunan sekolah tidak boleh dibiarkan berlangsung lama. Pernyataan itu mengingatkan pentingnya respons yang cepat terhadap kondisi fisik sekolah demi menjamin keselamatan peserta didik dan kualitas proses pembelajaran.

Menurut Aten Munajat, bangunan yang mengalami kerusakan berpotensi menimbulkan risiko bagi penghuni sekolah dan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Karena itu, kondisi gedung yang memprihatinkan perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Fokus pada Keselamatan dan Kelangsungan Pendidikan

Kekhawatiran terhadap keselamatan menjadi salah satu alasan utama mengapa perbaikan bangunan sekolah harus segera dilakukan. Ruang kelas, fasilitas penunjang, dan struktur bangunan yang rusak dapat menghambat proses pendidikan sehari-hari dan menimbulkan rasa tidak aman bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan.

Penanganan cepat terhadap kerusakan juga penting untuk menjaga kontinuitas pembelajaran. Perbaikan yang tidak segera dilakukan berpotensi memaksa kegiatan belajar dipindah atau terhambat, sehingga menurunkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran.

Langkah-langkah yang Perlu Diperhatikan

Meski pernyataan tersebut tidak merinci langkah konkret, ada beberapa pendekatan yang umumnya relevan ketika menghadapi masalah fisik pada fasilitas pendidikan. Langkah awal yang sering ditempuh adalah melakukan inventarisasi kondisi gedung untuk menentukan tingkat kerusakan dan prioritas perbaikan. Hasil inventarisasi menjadi dasar perencanaan dan penganggaran untuk tindakan perbaikan.

Selain itu, koordinasi antar-pemangku kepentingan perlu diperkuat. Sekolah, dinas terkait, dan lembaga pemerintahan daerah memiliki peran masing-masing dalam menjamin fasilitas pendidikan layak pakai. Peran serta masyarakat dan komite sekolah juga kerap menjadi bagian dari solusi dalam memantau dan membantu perbaikan fasilitas.

Perbaikan Berkelanjutan dan Pencegahan

Upaya penanganan kerusakan tidak hanya sekadar perbaikan sesaat, tetapi juga perlu diikuti oleh langkah pencegahan dan pemeliharaan rutin. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan dan pemeliharaan terjadwal dapat mengurangi risiko kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.

Perencanaan jangka panjang yang mencakup anggaran pemeliharaan dan penggantian fasilitas yang sudah tidak layak lagi menjadi hal penting untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas sekolah.

Penutup

Pernyataan Aten Munajat mengingatkan bahwa perbaikan terhadap bangunan sekolah bukan masalah yang bisa ditunda. Menjaga kondisi fisik sekolah agar tetap layak merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kualitas pendidikan bagi generasi pelajar. Tindakan cepat, koordinasi yang baik, serta perencanaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi masalah tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya: Kebijakan WFH Telah Diputuskan dan Akan Segera Diumumkan

25 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Fadli Zon: Tradisi Silaturahmi Idulfitri Sebagai Momentum Penguat Harmoni Sosial

22 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Puan: Pertemuan Susulan dengan Presiden Insyaallah Dilaksanakan Secepatnya

21 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Serahkan Paket Sembako kepada Penyintas Bencana usai Salat Id di Aceh

21 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Ringkasan Berita Kemarin: Pemangkasan Anggaran Kementerian dan Skema WFH Pemerintah

20 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik