28 SPPG di Kabupaten Agam Telah Aktif
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat bahwa sebanyak 28 Satuan Pelayanan (SPPG) telah beroperasi dan memberikan layanan kepada siswa di daerah tersebut. Menurut pernyataan yang disampaikan, jumlah siswa yang terlayani mencapai 63.861 orang.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas sebagai bagian dari laporan mengenai status operasional unit layanan yang berada di bawah pengawasan dinas terkait. Angka yang dipaparkan menunjukkan cakupan layanan yang telah berjalan hingga tahap data terakhir yang dirilis oleh instansi tersebut.

Dalam pernyataannya, Kepala Dinas menjabarkan jumlah unit dan total siswa yang dilayani; namun rincian lebih lanjut mengenai lokasi unit, jenis layanan yang diberikan, atau penjadwalan operasional tidak disebutkan secara rinci dalam keterangan singkat yang disampaikan.
Angka yang disampaikan menjadi acuan awal bagi pemangku kepentingan di daerah untuk menilai skala kegiatan yang sudah berjalan. Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam perencanaan lanjutan, pemantauan, serta penilaian kebutuhan sumber daya jika diperlukan pembaruan atau perluasan layanan di masa mendatang.
Sementara itu, publikasi informasi terkait jumlah unit dan cakupan pelayanan menempatkan perhatian pada pelaksanaan kegiatan yang dikelola oleh dinas, dengan harapan informasi lebih detail dapat dipublikasikan di kemudian hari oleh instansi terkait untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai penyelenggaraan layanan tersebut.
Hingga keterangan resmi berikutnya, angka 28 unit SPPG yang beroperasi dan 63.861 siswa yang dilayani merupakan data terkini yang diumumkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam. Pihak dinas diharapkan menyampaikan keterangan tambahan bila terdapat pembaruan atau penjelasan lebih mendalam mengenai pelaksanaan program dan capaian lapangan.
Informasi lengkap mengenai topik ini dapat diperoleh dari siaran pers atau rilis resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Agam atau Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat.
Foto: ANTARA News






