Bogor Tertibkan 63 Billboard Sepanjang 2025, Kota Dinilai ‘Bebas Sampah Visual’ Iran Nyatakan Siap Mengurangi Pengayaan Uranium Secara Bersyarat Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur Pemkot Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Libatkan Lintas OPD Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

Humaniora

Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan bahwa simulasi Al-Quran dalam Bahasa Isyarat yang dipamerkan di Paviliun Indonesia di Mesir berhasil menarik perhatian pengunjung. Penyajian tersebut menjadi salah satu daya tarik di area paviliun, menandai upaya agar teks suci dapat didekatkan kepada komunitas tunarungu melalui bentuk penyampaian alternatif.

Perhatian terhadap aksesibilitas ibadah

Menurut laporan yang disampaikan Kemenag, simulasi itu mendapat perhatian luas dari beragam pengunjung yang datang ke paviliun. Paparan mengenai Al-Quran yang diinterpretasikan melalui bahasa isyarat dipandang sebagai langkah untuk memperkaya cara penyampaian ajaran agama kepada kelompok yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus.

Ketertarikan pengunjung tidak hanya menandai rasa ingin tahu, tetapi juga menggambarkan kebutuhan akan pendekatan yang inklusif dalam penyampaian materi keagamaan. Menyediakan alternatif komunikasi seperti bahasa isyarat dinilai penting agar lebih banyak pihak dapat mengakses dan memahami isi Al-Quran secara bermakna.

Respons pengunjung dan implikasinya

Interaksi pengunjung dengan simulasi menyoroti bagaimana inovasi dalam penyajian materi keagamaan mampu membuka ruang dialog mengenai inklusi. Kehadiran tampilan bahasa isyarat menimbulkan perhatian yang dapat dimaknai sebagai dorongan untuk mempertimbangkan implementasi yang lebih luas di berbagai fasilitas keagamaan dan pendidikan.

Sementara itu, perhatian tersebut juga menegaskan peranan pameran dan paviliun negara sebagai sarana untuk memperkenalkan gagasan, praktik, dan inisiatif yang mungkin belum familiar bagi audiens internasional. Melalui media pameran, pesan tentang pentingnya aksesibilitas dapat tersebar dan memicu pertukaran gagasan antarpengunjung yang berasal dari latar belakang berbeda.

Makna bagi upaya inklusi

Simulasi Al-Quran dalam bahasa isyarat yang dipresentasikan di paviliun itu memberi contoh konkret mengenai bagaimana penyampaian teks keagamaan bisa dirancang agar lebih inklusif. Pendekatan seperti ini berpotensi memperkaya akses bagi penyandang disabilitas pendengaran, sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi penyelenggara kegiatan keagamaan dan kebudayaan.

Keberadaan sajian tersebut di kancah internasional juga menunjukkan perhatian terhadap aspek kemanusiaan dan kesetaraan dalam konteks ibadah serta pendidikan agama. Bagi publik yang menyaksikan, hal ini menjadi pengingat bahwa upaya memperluas akses bukan sekadar bentuk layanan, melainkan bagian dari penghormatan terhadap martabat dan hak beribadah semua orang.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, laporan Kemenag mengenai simulasi Al-Quran dalam bahasa isyarat yang menarik perhatian pengunjung di Paviliun Indonesia di Mesir menegaskan pentingnya inovasi dalam penyampaian materi keagamaan. Langkah-langkah seperti ini dapat membantu memperluas jangkauan pemahaman agama dan mendorong diskusi tentang bagaimana aksesibilitas dapat ditingkatkan dalam berbagai konteks pelayanan publik dan kegiatan keagamaan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas

3 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Disdikbud Kota Sorong Bentuk Tim Terpadu untuk Awasi Program Sekolah Gratis

3 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Edukasi Pengasuh Kunci Menjaga Kualitas Hidup Lanjut Usia

3 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Terima Wamenkes Benjamin Bahas Pemberantasan TBC di Istana

2 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

UNAND Menunggu Kepastian Kuota Beasiswa Negara Berkembang 2026

2 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora