Prospek Perundingan Nuklir AS-Iran Dinilai Sulit Diprediksi Iran Tegaskan Lindungi Kepentingan Nasional dan Utamakan Diplomasi untuk Perdamaian Regional Menengok Persiapan Warga China Sambut Tahun Baru Imlek Peneliti BRIN Temukan Bakteri dengan Potensi Antikanker di Tanah Kunyit Pemkab Kotawaringin Timur Menang Gugatan Terkait Pengelolaan Parkir Elektronik oleh PPM KLH Terapkan Sanksi ke 150 Pelaku Horeka di Bali karena Tidak Olah Sampah Mandiri

Humaniora

Kemendikdasmen Targetkan Lebih dari 21 Ribu Anak Putus Sekolah Siap Bekerja

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kemendikdasmen Bidik Lebih dari 21 Ribu Anak Putus Sekolah untuk Siap Bekerja

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan target lebih dari 21 ribu anak yang berstatus tidak sekolah agar dapat siap masuk ke dunia kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menangani permasalahan putus sekolah dan meningkatkan peluang ekonomi bagi anak-anak yang terdampak.

Tujuan utama dari target tersebut adalah memfasilitasi anak-anak yang selama ini tidak mengikuti pembelajaran formal agar memiliki keterampilan dan kesiapan bekerja. Dengan fokus tersebut, Kemendikdasmen menempatkan perhatian pada aspek reintegrasi sosial dan ekonomi bagi peserta program.

Program yang diarahkan untuk mencapai target itu diharapkan mampu membuka akses bagi anak-anak tidak sekolah ke jalur alternatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan yang bersifat mempersiapkan peserta untuk bisa mandiri secara ekonomi menjadi salah satu perhatian utama agar hasil program memberi manfaat jangka panjang.

Upaya terhadap anak-anak yang tidak sekolah ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menurunkan angka putus sekolah dan memulihkan hak atas pendidikan dan kesempatan bekerja. Pemenuhan target diharapkan berkontribusi pada pengurangan kerentanan sosial yang dialami kelompok usia sekolah yang keluar dari sistem pendidikan formal.

Peran berbagai pihak dianggap penting untuk mewujudkan target tersebut. Keterlibatan keluarga, komunitas, penyelenggara pelatihan, dan pemangku kepentingan relevan lain menjadi faktor penentu keberhasilan upaya reintegrasi dan pembekalan. Sinergi antar-lini diharapkan dapat menciptakan jalur yang lebih mudah diakses bagi anak-anak yang membutuhkan, serta menyediakan bimbingan yang berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi juga dipandang perlu untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Penilaian berkala terhadap capaian serta hambatan yang muncul akan membantu memperbaiki pendekatan sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Penting dicatat bahwa fokus program ini bukan semata pada penempatan kerja sementara, melainkan pada pemberian bekal yang memungkinkan anak-anak membangun kemandirian ekonomi. Pendekatan holistik yang mencakup aspek pendidikan dasar, keterampilan, dan pendampingan diharapkan menjadi modal utama bagi peserta untuk memasuki dunia kerja secara lebih siap.

Dengan adanya target lebih dari 21 ribu anak tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menanggulangi masalah putus sekolah serta memperluas kesempatan kerja bagi kelompok rentan. Keberhasilan pencapaian target akan bergantung pada perencanaan program yang matang, dukungan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses reintegrasi anak-anak ke jalur produktif.

Foto: Ilustrasi program Kemendikdasmen

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prof. Tjandra Yoga Aditama Jelaskan Asal Nama Penyakit Virus Nipah

6 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

UI Siapkan Beasiswa Khusus untuk Siswa Terdampak Bencana di Sumatera

5 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Barongsai: Tradisi Imlek yang Menyatukan Budaya dan Memamerkan Prestasi

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 untuk Ramadhan 1447 H/2026

5 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Mitos atau Fakta: Edukasi Kanker Payudara dan Pertanyaan tentang Kasus pada Laki-laki

4 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora