Warga Sudiroprajan Lewati Pasar Gede Membawa Sesaji dalam Tradisi Umbul Mantram KPK Lakukan OTT Keenam 2026 di Kota Depok, Jawa Barat Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Samakan Kedudukan untuk Indonesia Lawan Malaysia Pemerintah Tanggung 100% PPN untuk Pajak Tiket Pesawat Saat Lebaran 2026 ESDM Banten: Penambangan Ilegal di Mancak Tidak Memenuhi Standar Keselamatan Alex Marquez Tercepat di Sesi Terakhir Tes MotoGP di Sepang

Ekonomi

Produk Kawasan Transmigrasi Tembus Pasar Global, Ungkap Mentrans

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Produk Kawasan Transmigrasi Mulai Menembus Pasar Global

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa produk-produk yang berasal dari kawasan transmigrasi kini telah berhasil menembus pasar global. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari laporan mengenai capaian yang dicapai oleh kawasan transmigrasi.

Keterangan dari Menteri memberikan sinyal positif mengenai perkembangan ekonomi di wilayah-wilayah transmigrasi. Mentrans menilai keberhasilan tersebut menandai kemajuan dalam upaya memajukan produktivitas dan nilai tambah komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat transmigran.

Menurut penjelasan yang disampaikan, produk-produk dari kawasan transmigrasi tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga mulai mendapatkan akses ke pasar internasional. Hal ini menjadi indikator bahwa kualitas dan daya saing produk dari daerah-daerah tersebut mengalami peningkatan.

Keberhasilan menembus pasar luar negeri dipandang memiliki makna penting bagi pengembangan ekonomi lokal. Dengan adanya akses pasar yang lebih luas, peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat transmigrasi terbuka lebih besar, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan kapasitas produksi dan mutu produk.

Meski demikian, tantangan tetap ada dalam proses memasuki pasar global, termasuk kebutuhan pemenuhan standar mutu internasional, konsistensi pasokan, dan penguatan rantai pasok. Mentrans menyoroti bahwa pencapaian ini menjadi awal untuk terus memperkuat ekosistem produksi sehingga dapat mempertahankan dan memperluas akses ke pasar internasional.

Langkah-langkah yang dinilai perlu terus dijalankan di antaranya pengembangan kapasitas pelaku usaha di kawasan transmigrasi, peningkatan kualitas produk, serta pembinaan yang berkelanjutan untuk menjawab persyaratan pasar ekspor. Peningkatan layanan dan dukungan yang relevan juga dianggap penting agar produk lokal dapat bersaing di tingkat global.

Keberhasilan produk transmigrasi menembus pasar global juga dianggap dapat meningkatkan citra kawasan transmigrasi secara keseluruhan. Hal ini membuka kesempatan bagi daerah transmigrasi untuk menunjukkan potensi komoditas lokal dan kerajinan yang selama ini berkembang di tingkat komunitas.

Sementara itu, para pemangku kepentingan di tingkat lokal dan nasional diharapkan untuk terus bekerja sama dalam menanggapi peluang dan tantangan yang muncul. Koordinasi antarlembaga, pelaku usaha, dan komunitas transmigrasi menjadi aspek penting untuk memastikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Dengan adanya perkembangan ini, perhatian terhadap penguatan kapasitas produksi, peningkatan mutu, serta pemenuhan persyaratan pasar internasional menjadi bagian dari agenda yang perlu diutamakan agar keberlanjutan akses pasar global dapat terwujud bagi produk-produk dari kawasan transmigrasi.

Foto terkait peliputan kegiatan tersebut dapat dilihat pada sumber berita resmi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Tanggung 100% PPN untuk Pajak Tiket Pesawat Saat Lebaran 2026

5 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

BPS Catat Penurunan Ketimpangan Pengeluaran Masyarakat

5 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Pemerintah Siapkan Stimulus Rp12,83 Triliun untuk Menggerakkan Aktivitas Ekonomi

5 Februari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Pendapatan Pajak Alat Berat di Kaltim Melonjak 3.000 Persen, Bapenda Catat Peningkatan Signifikan

5 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Berbagai Peristiwa Ekonomi Kemarin: Penerimaan Negara Rp172,7 Triliun dan Isu Pemangkasan BUMN

5 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi