Wamenkomdigi Minta Platform Digital Kembangkan Solusi Cegah Manipulasi Usia Pengguna Kemenhaj Apresiasi Pelunasan Bipih di Sumbar Capai 107 Persen Meski Terkena Bencana Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar dalam Proses Rekrutmen Pakar: Tema Keketuaan D8 RI Cerminkan Kepekaan terhadap Perubahan Global Baznas RI dan Angkasa Malaysia Sepakati Pemberdayaan Umat melalui Koperasi Masjid Prospek Perundingan Nuklir AS-Iran Dinilai Sulit Diprediksi

Tekno

Peneliti BRIN Temukan Bakteri dengan Potensi Antikanker di Tanah Kunyit

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Penemuan Bakteri Potensial Antikanker di Lingkungan Tanaman Kunyit

Tim peneliti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan penemuan bakteri yang diperkirakan memiliki aktivitas antikanker pada tanah yang mengelilingi tanaman kunyit. Temuan ini menyoroti nilai ekologis mikroorganisme tanah pada tanaman obat tradisional sebagai sumber senyawa bioaktif.

Menurut laporan yang dirilis, isolasi bakteri tersebut dilakukan dari sampel tanah yang terkait dengan tanaman kunyit. Hasil awal menunjukkan bahwa mikroorganisme yang ditemukan memiliki sifat yang patut dicermati oleh para peneliti, khususnya dalam upaya penemuan dan pengembangan agen antikanker baru berbasis bahan alam.

Makna Penemuan bagi Penelitian Obat Tradisional

Penemuan ini menegaskan kembali peran penting keberagaman hayati mikroba tanah dalam konteks penelitian farmasi dan obat tradisional. Tanah di sekitar tanaman obat kerap menjadi habitat mikroorganisme yang menghasilkan metabolit sekunder—komponen kimia yang berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan terapeutik.

Bagi para ilmuwan di bidang bahan baku obat dan obat tradisional, adanya bakteri yang menunjukkan potensi antikanker membuka ruang untuk studi lanjutan yang lebih mendalam. Temuan semacam ini dapat menjadi titik awal untuk proses investigasi yang lebih sistematis, termasuk karakterisasi sifat bioaktif, identifikasi senyawa yang bertanggung jawab, serta penilaian keamanan dan efektivitas pada tahapan berikutnya.

Langkah Selanjutnya dan Implikasi

Meskipun rincian teknis dan hasil lengkap studi belum diuraikan secara menyeluruh dalam rilis awal, penemuan tersebut umumnya mengarah pada serangkaian langkah penelitian lanjutan. Para peneliti biasanya akan melakukan analisis lebih mendalam pada isolat bakteri, mengekstraksi dan mengidentifikasi molekul aktif, serta menguji aktivitas biologisnya melalui metode yang sesuai.

Secara luas, temuan ini juga memperkuat alasan untuk mempertahankan dan mempelajari keanekaragaman hayati, terutama pada ekosistem yang menjadi sumber tanaman obat tradisional. Eksplorasi mikrobioma tanah dapat menghasilkan kandidat-kandidat molekul baru yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, sekaligus menambah wawasan tentang hubungan antara tanaman dan komunitas mikroorganismenya.

Kesimpulan

Penemuan bakteri berpotensi antikanker di tanah kunyit oleh tim dari BRIN merupakan perkembangan yang menarik dalam ranah riset bahan baku obat alami dan obat tradisional. Temuan ini membuka peluang penelitian lebih lanjut yang dapat membawa pada penemuan senyawa bioaktif baru, namun memerlukan rangkaian studi lanjutan untuk memastikan manfaat dan keamanannya sebelum dapat dimanfaatkan secara klinis.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamenkomdigi Minta Platform Digital Kembangkan Solusi Cegah Manipulasi Usia Pengguna

6 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pelamar dalam Proses Rekrutmen

6 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

InterSystems Sabet Empat Penghargaan Best in KLAS 2026

6 Februari 2026 - 08:00 WIB

Bocoran Spesifikasi OnePlus 16 Muncul, Peluncuran Dijadwalkan Kuartal IV 2026

1 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Google Dikabarkan Akan Menutup Pemutaran Latar Belakang YouTube Gratis dan Menindak Celah

1 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Tekno