Perumda Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Sapi dan Ayam Aman Menjelang Ramadhan Rashford dan Raphinha Dipastikan Absen pada Leg Pertama Semifinal Copa kontra Atletico Madrid AHY Tetapkan Target Tol Kapalbetung Siap Fungsional H-10 Lebaran 2026 Persib Berpeluang Turunkan Tiga Rekrutan Baru pada Laga Kontra Ratchaburi Polda Metro Jaya Terbitkan Surat Pencegahan untuk Richard Lee, Berlaku 10 Februari–1 Maret 2026 PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat dari BAZNAS sebagai Bukti Komitmen

Ekonomi

Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi pada Industri Makanan dan Minuman

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mendorong proses hilirisasi yang berjalan secara terintegrasi di sektor industri makanan dan minuman. Upaya ini dinyatakan sebagai bagian dari fokus kementerian untuk memperkuat struktur industri melalui pendekatan yang menyeluruh.

Konsep hilirisasi terintegrasi yang diupayakan Kemenperin menekankan keterkaitan antar tahap pengolahan dan pemanfaatan sumber daya agar menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Pendekatan ini mencakup sinergi antara berbagai pelaku dalam rantai pasok agar alur produksi menjadi lebih efisien dan saling melengkapi.

Perhatian terhadap hilirisasi pada industri makanan dan minuman mencerminkan upaya untuk memperkuat posisi sektor tersebut dalam perekonomian. Dengan mendorong pengolahan bahan baku menjadi produk yang siap konsumsi atau produk antara bernilai tambah, strategi hilirisasi diharapkan dapat memperbaiki kualitas proses produksi dan meningkatkan nilai output industri secara umum.

Gagasan pengembangan hilirisasi terintegrasi juga berimplikasi pada penguatan jejaring antar pelaku usaha, mulai dari penyedia bahan baku, pelaku pengolahan, hingga distributor dan pasar. Kolaborasi antarpihak menjadi penting agar setiap tahap produksi berjalan berkesinambungan, mengurangi hambatan logistik, dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya.

Meskipun rincian teknis atau program spesifik yang dijalankan tidak diuraikan secara lengkap dalam pernyataan awal, fokus pada hilirisasi terintegrasi menunjukkan arah kebijakan yang menempatkan nilai tambah dan keterpaduan sebagai prioritas. Pendekatan ini dapat mencakup berbagai upaya untuk memperbaiki rantai pasok, meningkatkan kapasitas industri pengolahan, serta mendorong inovasi produk dalam industri makanan dan minuman.

Implementasi hilirisasi secara terintegrasi biasanya membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pihak terkait lainnya. Pengelolaan yang baik pada setiap tahap produksi dan pemrosesan berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk daya saing produk domestik di pasar lokal dan regional.

Selain aspek ekonomi, pendekatan hilirisasi terintegrasi juga menaruh perhatian pada keberlanjutan alur produksi. Penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan sinergi dalam rantai pasok berpeluang mengurangi pemborosan serta meningkatkan ketersediaan produk siap pakai bagi konsumen.

Kemenperin menegaskan komitmennya untuk mendorong langkah-langkah yang mendukung perkembangan industri makanan dan minuman melalui kerangka hilirisasi terintegrasi. Target utamanya adalah menciptakan alur industri yang lebih tertata dan saling melengkapi sehingga hasil pengolahan memiliki nilai tambah yang lebih signifikan.

Gambar terkait peliputan ini tersedia sebagai ilustrasi kegiatan sektor industri makanan dan minuman, yang menunjukkan relevansi upaya kebijakan dengan kondisi lapangan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AHY Tetapkan Target Tol Kapalbetung Siap Fungsional H-10 Lebaran 2026

11 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat dari BAZNAS sebagai Bukti Komitmen

11 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Mandiri Fasilitasi Penyaluran Bansos untuk 7,45 Juta Penerima

11 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Bank Vatikan Luncurkan Dua Indeks Saham Berprinsip Katolik

11 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Wagub Emil Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi antara Jepang dan Jawa Timur

11 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi