Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, meminta dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap operasional dapur SPPG setelah munculnya kasus keracunan yang menimpa siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Permintaan ini menekankan perlunya peninjauan menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan untuk memastikan keselamatan konsumen, khususnya anak-anak sekolah.
Menurut Jaya Mualimin, evaluasi yang dimaksud harus mencakup pembenahan operasional dapur agar kejadian serupa bisa diantisipasi dan diminimalkan. Pernyataan ini menjadi respons atas peristiwa keracunan yang terjadi, dan menunjukkan perhatian instansi kesehatan provinsi terhadap keselamatan pangan di lingkungan pendidikan.
Langkah evaluasi yang diminta oleh Kadinkes diharapkan dapat menjadi titik awal untuk meninjau kembali mekanisme penyediaan makanan, tatacara pengolahan, serta standar kebersihan di dapur yang melayani program SPPG. Tujuan akhir dari upaya tersebut adalah memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan dipenuhi agar risiko terhadap kesehatan siswa berkurang.
Pernyataan pejabat kesehatan provinsi ini juga membuka ruang bagi pihak terkait untuk melakukan kajian internal dan pembenahan prosedur operasional. Evaluasi yang menyeluruh diharapkan tidak hanya memetakan penyebab kejadian, tetapi juga merumuskan langkah perbaikan yang jelas dan berkelanjutan.
Mengingat peran dapur bersama seperti SPPG dalam menyediakan makanan bagi kelompok warga yang rentan, perhatian terhadap aspek operasional dan kualitas penyajian menjadi sangat penting. Imbauan untuk melakukan pembenahan operasional menunjukkan perlunya kepatuhan terhadap standar kebersihan, pengolahan, dan penyimpanan bahan pangan yang aman.
Kasus keracunan siswa yang memicu peringatan ini juga menegaskan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan provinsi, pengelola dapur, serta pemangku kepentingan di tingkat daerah. Evaluasi yang dilakukan diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan keamanan makanan dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Selain fokus pada aspek teknis, upaya pembenahan juga perlu menyertakan peningkatan pemahaman dan kepatuhan petugas dapur terhadap prosedur keselamatan pangan. Pendidikan dan pelatihan mengenai praktik higienis dan manajemen risiko menjadi bagian dari upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Gambaran situasi ini mendapat perhatian luas setelah peristiwa keracunan siswa di wilayah PPU; permintaan evaluasi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi diharapkan mendorong pemeriksaan menyeluruh dan tindak lanjut yang tepat. Langkah-langkah perbaikan yang dihasilkan nantinya akan menjadi tolok ukur untuk menjaga kualitas layanan penyediaan makanan bagi siswa.
Foto:

Foto: ANTARA News






