Milomir Seslija Tegaskan Persis Solo Yakin Bisa Rebut Kemenangan Kontra Madura United Jelang Hari Besar, Papua Gelar Operasi Pangan Murah di 21 Titik Produser Jerry Bruckheimer Konfirmasi Penyiapan Sekuel Film ‘F1’ KUR dan Tantangan Pembiayaan untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif Dirjen SPSK Kemenkeu, Masyita Crystallin, Dimutasikan ke Danantara Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Ekonomi

Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pasar Menanti Data Inflasi AS

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, tercatat bergerak menguat sebesar 2 poin atau 0,01 persen. Pergerakan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat.

Sentimen Pasar Menunggu Rilis Inflasi AS

Berita utama yang menjadi perhatian pasar adalah peluncuran data inflasi di Amerika Serikat. Informasi tersebut dipandang penting oleh pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan sentimen global, sehingga berdampak pada pergerakan mata uang domestik termasuk rupiah.

Reaksi Awal dan Kewaspadaan Pelaku Pasar

Pembukaan perdagangan yang mencatat penguatan tipis rupiah mencerminkan adanya kehati-hatian di kalangan investor dan pelaku pasar. Dalam situasi seperti ini, pergerakan mata uang cenderung sensitif terhadap angka ekonomi besar yang akan dirilis, sehingga investor memilih menunggu informasi lengkap sebelum mengambil posisi yang lebih besar.

Faktor yang Dipantau

Selain data inflasi AS, pelaku pasar biasanya memantau faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi nilai tukar, seperti kondisi pasar global, arus modal, dan indikator ekonomi domestik. Namun pada hari ini, perhatian utama terfokus pada laporan inflasi dari AS yang dinilai dapat memberi arah jangka pendek pada pasar keuangan.

Prospek Jangka Pendek

Sikap menunggu yang dominan berpotensi membuat volatilitas meningkat di sekitar jadwal rilis data. Jika angka inflasi AS keluar sesuai atau berbeda dari ekspektasi pasar, respons pasar terhadap rupiah bisa berubah secara cepat. Untuk sementara, perubahan nilai tukar tercatat relatif terbatas pada pembukaan perdagangan.

Kesimpulan: Pada awal perdagangan Jumat, rupiah menunjukkan penguatan tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen. Namun sikap hati-hati pelaku pasar tetap dominan menjelang rilis data inflasi AS yang dipandang memiliki pengaruh signifikan terhadap sentimen pasar global dan pergerakan mata uang.

Gambar terkait: ilustrasi kondisi pasar dan aktivitas perdagangan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KUR dan Tantangan Pembiayaan untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif

13 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Dirjen SPSK Kemenkeu, Masyita Crystallin, Dimutasikan ke Danantara

13 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Emas Dinilai Tetap Menjanjikan sebagai Pilihan Investasi, Kata Ketua Asosiasi

12 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

SKK Migas Fasilitasi Koperasi dan UKM untuk Kelola Sumur Minyak Masyarakat

12 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Bappebti dan ICDX Tegaskan Keamanan Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Indonesia

12 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi