Kabar Hukum Kemarin: KPK Dalami Dugaan Rangkap Jabatan Mulyono, Penegakan terhadap Oknum Polri Ditegaskan Gustavo Almeida Antar Persija Raih Kemenangan 1-0 atas Bali United di Kandang Polres Garut Terapkan Sistem Satu Arah untuk Mengurai Kemacetan di Jalur Garut–Bandung Dejan Antonic: Agresivitas Barisan Belakang Arema Jadi Kendala Bagi Penyerang Semen Padang Bayern Konfirmasi Manuel Neuer Alami Robek Serat Otot, Absen Diperkirakan Tiga Pekan Bank Saqu Luncurkan Sunrise Society Vol.4 “The Circle” untuk Menarik Nasabah Generasi Produktif

Dunia

Zelensky Nyatakan Kesiapan Ukraina untuk Kesepakatan yang Menjamin Perdamaian Nyata

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Munich, Jerman — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (14/2) menyatakan bahwa negaranya siap untuk mencapai sebuah kesepakatan yang benar-benar membawa perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan oleh Zelensky di Munich, mencerminkan penegasan posisi yang menempatkan tujuan perdamaian sebagai prioritas utama. Dalam rangkaian ucapannya, ia menegaskan kesiapan Ukraina untuk menempuh jalur kesepakatan yang dapat menghasilkan stabilitas jangka panjang bagi warga dan wilayahnya.

Ungkapan tentang “kesepakatan yang membawa perdamaian nyata” menunjukkan fokus pada solusi yang bukan sekadar henti sementara atau kompromi jangka pendek, melainkan sebuah penyelesaian yang tangguh dan dapat dilaksanakan. Konsep ini pada umumnya mencakup elemen-elemen seperti kepastian hukum, mekanisme pelaksanaan, serta jaminan yang dapat dipercaya oleh semua pihak terkait.

Dalam konteks diplomasi internasional, pernyataan semacam itu biasanya ditujukan untuk menggugah dukungan dari mitra internasional, sekaligus menegaskan kesiapan bernegosiasi atau berkompromi selama kerangka yang disepakati bersama mampu menjamin hasil yang substansial. Tekanan terhadap pencapaian perdamaian yang nyata sering kali juga mencakup kebutuhan akan verifikasi dan pengawasan pelaksanaan kesepakatan.

Meski pernyataan Zelensky menekankan kesiapan Ukraina, rincian mengenai bentuk kesepakatan, syarat-syarat, atau langkah-langkah konkret yang akan diambil tidak tercantum dalam ringkasan pernyataan singkat ini. Oleh karenanya, interpretasi mengenai langkah berikutnya tetap bergantung pada diskusi lebih lanjut antara pihak-pihak terkait dan proses diplomatik yang berjalan.

Seruan untuk perdamaian seperti yang diucapkan oleh pemimpin Ukraina biasanya menerima perhatian luas di kancah internasional karena berkaitan dengan dampak kemanusiaan dan stabilitas regional. Upaya mencapai kesepakatan yang efektif biasanya memerlukan itikad baik, negosiasi yang konstruktif, serta mekanisme pemantauan independen untuk memastikan kepatuhan.

Untuk publik dan pengamat, pernyataan ini memberi sinyal bahwa pemerintah Ukraina memberi prioritas pada pencarian penyelesaian yang dapat dinilai sebagai perdamaian substantif. Bagaimanapun, proses menuju realisasi pernyataan tersebut bergantung pada perkembangan negosiasi, dukungan internasional, dan kesiapan semua pihak untuk menegakkan ketentuan yang disepakati.

Foto: Presiden Volodymyr Zelensky saat tampil di Munich. Zelensky di Munich

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arab Saudi: Gencatan Senjata di Gaza Harus Berujung pada Pembentukan Negara Palestina

15 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Menlu Palestina Mendesak Jerman dan Finlandia Akui Negara Palestina

15 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Duta Besar Iran Minta Indonesia Tak Khawatir soal Ancaman Tarif AS

14 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Delcy Rodríguez Tegaskan Kepemimpinan Venezuela: ‘Saya Pemimpin, Bukan AS’

13 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Pengunjung Muslim Memasuki Kompleks Masjid Dome of the Rock di Kota Tua Yerussalem

13 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia