CENTCOM Tahan Komentar soal Dugaan Keterlibatan Pasukan dalam Serangan di Iran Polresta Malang Minta Warga Segera Lapor Jika Menemukan Dugaan Penimbunan Pangan Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu

Ekonomi

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bank Indonesia (BI)</strong) menilai kapasitas penyaluran kredit perbankan saat ini masih longgar dan berpotensi dioptimalkan untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Pernyataan ini menegaskan bahwa ruang bagi bank untuk menyalurkan kredit masih tersedia dan dapat dimanfaatkan lebih baik demi mendorong aktivitas ekonomi.

Apa makna ‘kapasitas penyaluran kredit masih longgar’?

Kapasitas penyaluran kredit yang disebut masih longgar umumnya mengindikasikan bahwa perbankan belum menyalurkan pembiayaan sebesar kapasitas yang dapat dicapai. Hal ini bisa mencakup tersedianya likuiditas, kecukupan modal, dan kemampuan operasional bank untuk mengeluarkan kredit, sementara permintaan kredit dari sektor riil belum sepenuhnya menyerap seluruh kapasitas tersebut.

Dalam konteks ini, BI melihat adanya peluang untuk memperbesar penyaluran kredit tanpa harus menimbulkan tekanan yang signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan, asalkan dilakukan dengan pengelolaan risiko yang hati-hati.

Potensi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi

Optimalisasi penyaluran kredit berpeluang memperkuat konsumsi dan investasi, dua komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Bila perbankan meningkatkan pembiayaan kepada korporasi dan usaha mikro, kecil, serta menengah secara produktif dan terukur, aliran kredit yang lebih luas dapat membantu menopang kegiatan produksi, penciptaan lapangan kerja, dan permintaan domestik.

Namun demikian, perlu diingat bahwa peningkatan penyaluran kredit harus diselaraskan dengan manajemen risiko yang baik agar kualitas aset tetap terjaga dan potensi akumulasi kredit bermasalah dapat diminimalkan.

Tugas bagi perbankan dan pembuat kebijakan

Bagi perbankan, kondisi kapasitas longgar menuntut kebijakan penyaluran kredit yang proaktif namun berhati-hati. Bank dapat meninjau kembali strategi kredit, memperkuat kemampuan penilaian kredit, dan mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan debitur produktif.

Sementara itu, pembuat kebijakan, termasuk otoritas moneter dan sektor terkait, memiliki peran memberikan sinyal kebijakan yang mendukung iklim penyaluran kredit yang sehat. Koordinasi antara pelaku industri dan otoritas penting agar upaya perluasan kredit tidak mengorbankan stabilitas keuangan dan tetap mendukung tujuan pembangunan ekonomi.

Catatan atas optimisasi kredit

Optimisasi penyaluran kredit bukan sekadar meningkatkan volume, tetapi juga memastikan alokasi kredit menuju kegiatan yang produktif dan berkelanjutan. Perhatian pada kualitas kredit, pemantauan perkembangan ekonomi, serta langkah-langkah mitigasi risiko tetap krusial.

Dengan kapasitas penyaluran yang masih tersedia, terobosan dalam menyalurkan pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran dapat menjadi salah satu pendorong utama agar pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berjalan lebih kuat dan merata.

Kesimpulannya, pernyataan BI tentang longgarnya kapasitas penyaluran kredit menunjukkan adanya ruang bagi sektor perbankan untuk lebih aktif mendukung aktivitas ekonomi. Langkah tersebut harus seimbang antara peningkatan akses pembiayaan dan pengelolaan risiko untuk menjaga stabilitas keuangan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi