Padang Pariaman, Sumatera Barat — Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memastikan bahwa operasi penanggulangan bencana yang dilakukan melalui sarana dan prosedur yang terorganisir tetap berjalan secara optimal. Hal ini menjadi perhatian penting untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional bandara.
Bandara Internasional Minangkabau yang berlokasi di Padang Pariaman, Sumatera Barat, berperan sebagai salah satu pintu gerbang utama yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu, kesiapan dalam hal operasi bencana sangat krusial guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan maupun mobilitas penumpang.
Angkasa Pura Indonesia, sebagai pengelola bandara, melaksanakan berbagai langkah strategis dan teknis untuk memastikan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Program kesiapsiagaan bencana tersebut mengacu pada standar nasional yang berlaku serta melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, seperti instansi pemerintah, tim tanggap darurat, dan stakeholder lainnya.
Melalui penerapan sistem manajemen bencana yang terintegrasi dan pelatihan berkala bagi seluruh staf terkait, Angkasa Pura Indonesia berkomitmen menjaga kelancaran operasional bandara bahkan di tengah situasi darurat. Dengan demikian, keselamatan dan kenyamanan penumpang serta personel di lingkungan Bandara Internasional Minangkabau diharapkan tetap terjamin.
Bandara Internasional Minangkabau juga dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur pendukung penanggulangan bencana, sehingga dapat merespons dengan cepat dan efektif terhadap berbagai insiden yang mungkin terjadi.
Dengan upaya berkelanjutan ini, Angkasa Pura Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam memastikan Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya menjadi pusat transportasi udara yang efisien, namun juga aman dan siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana alam dan kejadian darurat lainnya.
Foto: ANTARA News






