ESDM Puji Kesiapan Pertamina dalam Menjaga Pasokan Energi Saat Lebaran Prancis Serahkan Kembali Genderang Suci “Djidji Ayokwe” kepada Masyarakat Atchan di Pantai Gading KEK Industropolis Batang dan Jasamarga Sediakan Rest Area Bercelah Pemandangan Laut untuk Pemudik ITS Berangkatkan 27 Armada Bus Mudik Gratis untuk 1.180 Sivitas Gabriela Fundora Penuhi Batas Berat Kelas Terbang Jelang Hadapi Ruiz Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) di Situbondo Dibuka Fungsional untuk Mudik

Humaniora

Kemenhaj Perkuat Regulasi Haji Inklusif untuk Lansia dan Perempuan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Layanan Haji Inklusif

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan layanan ibadah haji yang lebih inklusif, khususnya bagi kelompok lansia dan perempuan. Penegasan ini menjadi bagian dari upaya kementerian untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji dapat diakses oleh seluruh jamaah tanpa terkecuali.

Fokus pada Aksesibilitas dan Keadilan

Dalam pernyataannya, kementerian menitikberatkan pentingnya regulasi yang mengakomodasi kebutuhan spesifik kelompok rentan. Regulasi yang diperkuat diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, dan kenyamanan jamaah lansia serta perempuan selama pelaksanaan ibadah haji.

Prinsip Pelayanan yang Inklusif

Konsep layanan inklusif yang diusung kementerian mencakup prinsip-prinsip nondiskriminasi dan pemenuhan kebutuhan yang berbeda antarjamaah. Tujuannya adalah memastikan setiap jamaah memperoleh pelayanan yang adil dan layak, terlepas dari usia atau jenis kelamin.

Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan

Kementerian juga menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi dan pemangku kepentingan untuk merealisasikan regulasi inklusif. Sinergi antara pihak-pihak terkait dinilai diperlukan agar kebijakan yang disusun dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Harapan bagi Jamaah

Dengan diperkuatnya regulasi, diharapkan pelayanan haji menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan jamaah lansia dan perempuan. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga martabat jamaah selama menunaikan ibadah haji.

Penutup
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kebijakan yang menjadikan layanan haji lebih inklusif. Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab kementerian untuk memastikan seluruh jamaah memperoleh pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan setara.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov DKI Tetapkan 16 Objek Sebagai Cagar Budaya pada 2025

14 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Sumbar Ajukan Proposal Pusat Kebudayaan Ranah Minang Senilai Rp382 Miliar

14 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh

13 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Global Times Online Umumkan Pemenang Kompetisi Esai dan Video Pendek “My Beautiful Encounter with China” 2025

11 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Mendiktisaintek: USK Didorong Jadi Pusat Riset untuk Mengembangkan Potensi Aceh

9 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora