Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Nusantara

Wagub NTT: Atraksi Pasola Gaura di Sumba Barat Berpotensi Dongkrak Ekonomi Lokal

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Potensi Ekonomi dari Atraksi Budaya

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma, menilai bahwa atraksi budaya Pasola Gaura yang digelar di Sumba Barat menyimpan peluang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi setempat. Menurutnya, kegiatan budaya semacam ini dapat menjadi magnet bagi pengunjung dan membuka ruang bagi berbagai aktivitas ekonomi yang terkait.

Nilai budaya sebagai daya tarik
Pasola Gaura, sebagai salah satu atraksi budaya di Sumba Barat, dilihat tidak hanya sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan ekonomi daerah. Penilaian tersebut menempatkan kegiatan budaya dalam posisi strategis sebagai wahana menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Rangkaian Dampak terhadap Ekonomi Lokal

Penyelenggaraan atraksi budaya seperti Pasola Gaura berpotensi menghadirkan berbagai manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Di antaranya adalah meningkatnya kunjungan wisatawan yang kemudian berkontribusi pada sektor jasa, perhotelan, transportasi, serta usaha mikro dan kecil yang menyediakan kebutuhan pengunjung. Aktivitas semacam ini juga dapat mendorong permintaan terhadap produk lokal seperti kerajinan tangan dan kuliner khas daerah.

Kesempatan bagi pelaku usaha lokal
Dengan bertambahnya kunjungan, pelaku usaha di daerah penyelenggaraan memiliki peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Kehadiran wisatawan dapat menciptakan permintaan baru yang memberi ruang bagi UMKM setempat untuk berkembang, termasuk usaha yang bergerak di bidang oleh-oleh, makanan, dan layanan pariwisata.

Peran Pemerintah dan Pemangku Kepentingan

Pernyataan dari Wagub tersebut menekankan pentingnya melihat kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas adat, dan sektor swasta menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari atraksi budaya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Persiapan dan pengelolaan yang berkelanjutan
Agar potensi ekonomi tersebut dapat diwujudkan secara optimal, diperlukan pengelolaan acara yang baik serta penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Aspek pemasaran, infrastruktur, serta pengembangan produk lokal yang menarik bagi pengunjung adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan dampak positif jangka panjang.

Harapan untuk Manfaat Luas

Penilaian Wagub NTT terhadap Pasola Gaura mencerminkan harapan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi penggerak perekonomian daerah jika dimanfaatkan secara terencana. Dengan pendekatan yang tepat, atraksi budaya memiliki potensi untuk memicu multiplikasi manfaat ekonomi bagi masyarakat Sumba Barat tanpa mengesampingkan pelestarian nilai-nilai tradisional.

Penting bagi semua pihak terkait untuk bekerja sama dalam merancang langkah-langkah yang mampu mengoptimalkan potensi budaya sebagai sumber pendapatan dan pengembangan sumber daya lokal, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru

27 April 2026 - 18:03 WIB

ANTARA News

Persiapan Optimal Layanan Haji di Makkah oleh Petugas PPIH

24 April 2026 - 19:58 WIB

ANTARA News

Pemkot Jaktim Tingkatkan Pembinaan untuk Pertanian Melon Inthanon

24 April 2026 - 13:26 WIB

ANTARA News

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara