Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Warta Bumi

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Soroti Kondisi Kebersihan Terminal Kertonegoro

Ngawi — Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Terminal Kertonegoro di Kabupaten Ngawi dan menegur pengelola fasilitas transportasi tersebut karena kondisi kebersihan yang dianggap belum memadai.

Dalam kunjungan singkat itu, Menteri meninjau sejumlah area publik di terminal dan menemukan sejumlah titik yang dinilai masih kotor. Inspeksi tersebut berujung pada peringatan kepada pihak pengelola agar meningkatkan upaya pemeliharaan kebersihan di lingkungan terminal.

Pentingnya Kebersihan di Fasilitas Umum

Kebersihan di terminal penumpang bukan sekadar masalah estetika, melainkan terkait kenyamanan, kesehatan masyarakat, dan citra penyelenggaraan layanan publik. Terminal yang terjaga kebersihannya dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit, meningkatkan pengalaman pengguna jasa angkutan umum, serta menunjukkan tata kelola yang baik dari pengelola fasilitas.

Pelanggaran standar kebersihan di area publik biasanya menjadi perhatian regulator dan pemangku kepentingan terkait. Inspeksi lapangan dari pejabat berwenang sering dilakukan sebagai sarana pengawasan dan upaya perbaikan, terutama di titik-titik yang menjadi sentra mobilitas masyarakat.

Tanggung Jawab Pengelola dan Langkah Perbaikan

Pengelola terminal memiliki tanggung jawab untuk menerapkan prosedur kebersihan rutin, termasuk pembersihan lantai, sampah, toilet umum, dan area tunggu penumpang. Selain itu, pengelola juga perlu memastikan ketersediaan tempat sampah yang memadai, fasilitas cuci tangan, dan jadwal pembersihan yang konsisten agar kondisi terminal selalu layak pakai.

Peringatan dari pejabat tinggi dapat menjadi pemicu bagi pengelola untuk melakukan evaluasi internal dan memperbaiki mekanisme operasional. Koordinasi antara pengelola fasilitas, pemerintah daerah, dan pihak terkait perlu diperkuat untuk menjaga standar layanan publik di fasilitas transportasi.

Peran Masyarakat dan Pengawasan Publik

Selain upaya dari pengelola, peran aktif masyarakat juga penting untuk menjaga kebersihan fasilitas umum. Kesadaran pengguna terminal dalam membuang sampah pada tempatnya serta melaporkan kondisi yang memerlukan perbaikan akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

Pengawasan publik melalui mekanisme pelaporan dan umpan balik dapat mempercepat penanganan masalah kebersihan. Ketika masyarakat berperan serta, pihak pengelola dan pemerintah daerah akan lebih tergerak untuk melakukan tindakan korektif yang diperlukan.

Inspeksi Menteri Lingkungan Hidup ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap kualitas fasilitas publik, termasuk aspek lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Diharapkan temuan dan peringatan tersebut mendorong langkah nyata dari pihak-pihak terkait untuk memperbaiki kondisi di Terminal Kertonegoro.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Mencapai 32,6°C di Jawa Tengah

12 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi