Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Ekonomi

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Sentuh Rp131.000 per Kg Menjelang Lebaran

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Harga Cabai Rawit Melonjak Menjelang Hari Raya

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat lonjakan harga cabai rawit hingga mencapai Rp131.000 per kilogram menjelang perayaan Lebaran. Catatan ini menjadi indikator penting bagi pemantauan harga komoditas pangan strategis di periode permintaan tinggi.

Peran PIHPS
PIHPS Nasional berfungsi sebagai pusat informasi yang mencatat perkembangan harga pangan strategis. Data yang dihimpun PIHPS digunakan untuk memberikan gambaran pergerakan harga di pasar dan membantu pemangku kepentingan dalam memahami kondisi pasokan dan permintaan selama periode penting seperti menjelang Hari Raya.

Dampak bagi Konsumen
Kenaikan harga cabai rawit yang tersaji dalam catatan PIHPS berimplikasi langsung pada belanja rumah tangga, terutama karena komoditas ini merupakan bahan pokok tambahan yang sering digunakan dalam masakan sehari-hari. Lonjakan harga pada komoditas populer seperti cabai rawit cenderung terasa signifikan oleh konsumen yang sedang mempersiapkan kebutuhan Lebaran.

Informasi untuk Pemangku Kepentingan
Catatan harga dari PIHPS menjadi salah satu referensi bagi pelaku pasar, pembuat kebijakan, dan pihak terkait untuk memantau dinamika harga pangan. Informasi ini dapat mendukung perencanaan langkah-langkah yang relevan dalam menanggapi fluktuasi harga, baik dari sisi distribusi maupun kebijakan pasar, meski rincian langkah tersebut berada di luar catatan monitoring harga itu sendiri.

Konteks Musiman
Kondisi harga pangan sering berubah mengikuti periode musiman dan tingginya permintaan pada momen tertentu. Pencatatan harga oleh lembaga pemantau seperti PIHPS memberi informasi yang bermanfaat bagi publik dan pihak terkait untuk memantau perkembangan hingga dan selama puncak permintaan.

Data yang dipublikasikan PIHPS ini dipandang penting menjelang Lebaran karena memberikan gambaran cepat mengenai tekanan harga pada komoditas tertentu. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan memanfaatkan informasi tersebut untuk merencanakan kebutuhan dan langkah antisipatif sesuai peran masing-masing.

Gambar: Ilustrasi cabai rawit (sumber: Antara)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

26 April 2026 - 16:02 WIB

ANTARA News

Ketua MPR RI Dukung Inisiatif Ekonomi Kreatif di Banyumas

26 April 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

DPR Dorong Kebijakan Terpadu untuk Stabilitas Rupiah

25 April 2026 - 14:01 WIB

ANTARA News

Anggota DPR: Sinergi Antarprovinsi Penting untuk Perekonomian Sumatera

24 April 2026 - 12:47 WIB

ANTARA News

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi