Purbaya: Kebijakan WFH Telah Diputuskan dan Akan Segera Diumumkan Discovery Life Sciences dan Mindpeak Gandeng AI untuk Standarisasi Interpretasi Biomarker Kanker di Uji Klinis Global Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis DKI: Evakuasi Penumpang Kapal KM Sumber Makmur dan Perhatian pada Jadwal Libur di TMII China Tegaskan Komitmen Mediasi Diplomatik di Tengah Konflik Timur Tengah JDF Asia Pasifik Mendesak Tekanan Internasional agar Israel Buka Akses Masjidil Aqsa

Ekonomi

BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Menjelang Arus Balik

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Menjelang Arus Balik

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dalam kondisi aman menjelang arus balik. Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kecukupan stok dan kelancaran distribusi BBM selama periode kepulangan massal pascaperiode liburan.

Langkah pemantauan dan koordinasi

BPH Migas menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan penyaluran BBM di berbagai daerah. Pemantauan ini mencakup tingkat persediaan di terminal penyimpanan, stok di SPBU, serta arus distribusi menuju wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan kebutuhan. Selain itu, BPH Migas mengonfirmasi adanya koordinasi dengan para pelaku usaha di sektor hilir untuk memastikan alur suplai tetap lancar.

Peran logistik dan distribusi

Peran armada pengangkut dan pengelolaan logistik disebut sebagai kunci dalam menjaga ketersediaan BBM. BPH Migas menyampaikan pentingnya kelancaran rute distribusi serta kesiapan unit-unit operasional yang mendukung pengiriman BBM dari terminal ke SPBU di berbagai daerah. Upaya ini dimaksudkan untuk menekan risiko keterlambatan pasokan yang dapat berdampak pada pelayanan bagi pengguna kendaraan selama arus balik.

Perhatian pada daerah yang rentan

Dalam pengawasan distribusi, BPH Migas juga memperhatikan daerah-daerah yang rentan mengalami kekurangan sementara akibat peningkatan permintaan. Untuk itu, pemetaan kebutuhan dilakukan secara berkala agar distribusi dapat diarahkan sesuai prioritas dan karakteristik permintaan di setiap wilayah. Pendekatan ini membantu menyeimbangkan stok nasional sekaligus merespons kebutuhan lokal yang meningkat.

Kepastian bagi konsumen

Pernyataan jaminan stok ini ditujukan untuk memberi rasa tenang bagi konsumen yang akan melakukan perjalanan pulang. BPH Migas berharap masyarakat dapat beraktivitas tanpa khawatir akan ketersediaan BBM, sekaligus mengimbau agar pembelian dilakukan melalui saluran resmi guna menghindari praktik-praktik yang dapat mengganggu distribusi, seperti penimbunan atau penjualan di luar mekanisme yang ditetapkan.

Kontinjensi dan kesiapan operasional

Menjelang dan selama arus balik, BPH Migas menegaskan kesiapan langkah kontinjensi apabila terjadi gangguan distribusi. Meski tidak merinci tindakan teknis tertentu, badan pengatur ini menyatakan akan terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian operasi sesuai kebutuhan untuk memastikan pasokan tetap tersedia hingga kondisi kembali normal.

Penutup

Dengan pengawasan, koordinasi, dan kesiapan operasional yang terus dilakukan, BPH Migas menyatakan keyakinannya bahwa stok BBM nasional aman untuk menghadapi arus balik. Pernyataan ini diharapkan dapat membantu menurunkan kecemasan masyarakat dan mendukung kelancaran mobilitas di masa kepulangan pascalibur.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

APPBI Optimistis Kinerja Ritel Triwulan I 2026 Membaik Didukung Momen Lebaran

22 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

KCIC Jamin Harga Tiket Whoosh Terjangkau untuk Pemudik Lebaran

20 Maret 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Sentuh Rp131.000 per Kg Menjelang Lebaran

20 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

PGE Pastikan Keandalan Listrik Panas Bumi Menjelang Idul Fitri

19 Maret 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi