Mendagri Tegaskan Keterbukaan Pemerintah terhadap Kritik
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah bersikap terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan publik mengenai penanganan bencana. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers yang berkaitan dengan upaya penanganan bencana di beberapa wilayah Sumatera.
Komitmen untuk Memahami dan Menindaklanjuti Masukan
Menurut Mendagri, pemerintah tidak hanya menerima masukan secara formal, tetapi juga berupaya memahami akar permasalahan yang disorot masyarakat. Ia menyatakan bahwa evaluasi internal menjadi bagian dari respons untuk memperbaiki proses penanganan dan mitigasi bencana ke depan.
Dialog dengan Masyarakat dan Pihak Terkait
Dalam pernyataannya, Tito mengajak semua pihak untuk menjalin dialog konstruktif. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lain agar penanganan bencana berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas
Menanggapi kritik, pemerintah dinyatakan berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam proses penanganan bencana. Transparansi dianggap penting agar publik memahami langkah-langkah yang diambil, sekaligus memungkinkan adanya akuntabilitas jika diperlukan perbaikan prosedur atau koordinasi antarinstansi.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Kolaborasi
Mendagri juga menyentuh soal perlunya peningkatan kesiapsiagaan dan kolaborasi antarlembaga. Ia mendorong penguatan koordinasi agar respons darurat lebih cepat dan tepat sasaran, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi risiko bencana.
Sikap Terbuka sebagai Upaya Perbaikan
Dengan menyatakan keterbukaan terhadap kritik, pemerintah berharap dapat mengambil pelajaran dari pengalaman di lapangan. Pendekatan evaluatif dan adaptif disebutkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kebijakan dan praktik penanganan bencana pada masa mendatang.
Foto terkait pernyataan tersebut menunjukkan suasana keterangan pers mengenai penanganan bencana di Sumatera, menggambarkan upaya komunikasi publik dari pihak pemerintah dalam menanggapi peristiwa bencana dan respons masyarakat.
Pernyataan Mendagri ini menegaskan bahwa kritik bukan semata kritik negatif, melainkan alat untuk mengidentifikasi celah dan meningkatkan kualitas tata kelola bencana nasional secara berkelanjutan.
Foto: ANTARA News






