BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

Bea Keluar Batu Bara 2026 Berpotensi Tambah Kas Negara Rp19 Triliun, Kata Analis

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pemerintah berencana memberlakukan bea keluar untuk batu bara pada 2026 yang menurut analisis memiliki potensi menambah kas negara hingga sekitar Rp19 triliun.

Penilaian Ahli

Analis kebijakan publik sekaligus Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menilai rencana tersebut memiliki potensi fiskal sebagaimana angka yang diperkirakan. Pernyataan itu menempatkan kebijakan fiskal terkait komoditas strategis ini sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan penerimaan negara.

Fokus pada Dampak Penerimaan

Perkiraan tambahan kas negara sebesar Rp19 triliun menunjukkan bahwa kebijakan bea keluar dapat memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan pemerintah jika diberlakukan sesuai skema yang direncanakan. Besaran itu menggambarkan nilai potensial yang dapat diakumulasi dari pungutan atas ekspor batu bara pada periode yang disasar.

Pertimbangan Kebijakan

Langkah untuk mengenakan bea keluar umumnya dievaluasi tidak hanya dari sisi potensi penerimaan, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku usaha, rantai pasok, dan posisi komoditas di pasar internasional. Penilaian resmi dan masukan dari pemangku kepentingan diperlukan agar kebijakan berjalan efektif dan seimbang.

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Penerapan kebijakan fiskal semacam ini biasanya melalui tahapan perumusan teknis, konsultasi, dan penetapan aturan pelaksana. Hasil analisis seperti yang disampaikan oleh Ade Holis menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menimbang manfaat dan konsekuensi pelaksanaan bea keluar.

Sampai kebijakan resmi ditetapkan dan detail pelaksanaannya diumumkan, proyeksi potensi penerimaan sebesar Rp19 triliun menjadi indikator awal mengenai besaran dampak fiskal yang mungkin muncul pada 2026.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi