Satpol PP Jaksel Akan Bongkar Lapangan Padel Tak Berizin di Cilandak Gubernur: Beberapa Program Pusat Sudah Berjalan di Rejang Lebong IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

Humaniora

Relawan Psikososial UI Beri Dukungan ke Korban Banjir di Sumatera dengan Pelatihan PFA

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Relawan Psikososial UI Turun Tangan untuk Korban Banjir di Sumatera

Relawan dari lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia memberikan bantuan psikososial kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Sumatera. Upaya ini difokuskan pada penanganan awal dampak emosional dan kebutuhan psikologis korban melalui pendekatan yang sistematis dan terlatih.

Pembekalan Psychological First Aid

Laboratorium Intervensi Sosial dan Krisis Fakultas Psikologi UI menyelenggarakan pembekalan berupa Psychological First Aid (PFA) untuk relawan. Pelatihan ini bertujuan memperlengkapi mereka dengan keterampilan dasar dalam merespon kondisi krisis, termasuk teknik komunikasi empatik, penilaian kebutuhan mendesak, serta langkah-langkah untuk membantu menenangkan individu yang mengalami stres akut.

PFA merupakan pendekatan singkat dan praktis yang dapat diterapkan di lokasi bencana untuk mengurangi ketidaknyamanan emosional dan membantu korban mengakses dukungan lanjutan bila diperlukan. Dalam konteks ini, pembekalan fokus pada kemampuan relawan untuk memberikan dukungan awal secara aman, sensitif, dan sesuai kebutuhan.

Peran Relawan di Lapangan

Relawan psikososial yang mengikuti pembekalan tersebut berperan dalam menyediakan pendampingan dasar, mendengarkan keluhan dan kekhawatiran warga, serta membantu menghubungkan korban dengan layanan yang lebih spesifik jika diperlukan. Selain itu, mereka memberi informasi praktis mengenai strategi koping sederhana dan langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi tekanan psikologis sementara setelah bencana.

Pendekatan yang diutamakan adalah menjaga keselamatan emosional dan fisik korban, menghormati kearifan lokal, dan bekerja secara kolaboratif dengan pihak-pihak lain yang terlibat dalam respons bencana. Upaya ini menjadi bagian dari respons holistik yang tidak hanya menanggulangi kebutuhan material tetapi juga aspek psikososial korban.

Signifikansi Dukungan Psikososial

Dukungan psikososial menjadi komponen penting dalam fase tanggap darurat pascabencana. Intervensi awal yang tepat dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan, mencegah peningkatan gangguan mental, serta mempercepat adaptasi korban pada kondisi baru. Dengan adanya relawan yang terlatih, diharapkan warga terdampak memperoleh akses bantuan yang lebih cepat dan lebih sesuai.

Kolaborasi dan Kelanjutan

Inisiatif pembekalan dan penugasan relawan ini menunjukkan peran institusi akademik dalam merespons kebutuhan masyarakat pada saat bencana. Kegiatan semacam ini juga membuka peluang untuk kolaborasi lebih luas antara universitas, lembaga pemerintahan, dan organisasi kemanusiaan guna memperkuat kapasitas penanganan psikososial di lapangan.

Keberadaan relawan terlatih diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka pendek dan dukungan berkelanjutan bagi komunitas terdampak banjir di Sumatera, dengan tetap menempatkan keselamatan dan kesejahteraan korban sebagai prioritas utama.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora