Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret

Humaniora

Gubernur Pramono Anung: Rayakan Natal dengan Sukacita dan Kesederhanaan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Ajakan untuk Merayakan Natal Secara Sederhana

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerukan kepada umat Kristiani agar merayakan hari Natal dengan sukacita, namun tetap menekankan pentingnya sikap kesederhanaan. Pernyataan itu menegaskan pilihan untuk memaknai perayaan secara lebih sederhana tanpa mengurangi kebahagiaan yang menjadi esensi perayaan tersebut.

Menjaga Makna Spiritual di Tengah Perayaan

Menurut Pramono, perayaan Natal perlu diarahkan pada penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Dengan bersikap sederhana, masyarakat diharapkan dapat lebih fokus pada makna Natal itu sendiri — yaitu refleksi, tolong-menolong, dan kebersamaan keluarga — daripada semata-mata menonjolkan aspek konsumtif.

Kesederhanaan sebagai Pilihan Bermakna

Gagasan merayakan secara sederhana tidak hanya dilihat sebagai pembatasan gaya hidup, tetapi sebagai cara untuk mengutamakan hakekat perayaan. Pramono mengedepankan bahwa suasana sukacita tetap dapat dirasakan meski bentuk perayaan dibuat lebih sederhana, hangat, dan bermakna bagi keluarga serta komunitas.

Perayaan yang Menyatukan

Dalam ajakannya, Pramono juga menyinggung pentingnya menjaga kebersamaan dan rasa saling menghormati antarwarga. Perayaan keagamaan yang dijalankan dengan sikap sederhana, menurutnya, dapat menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Pesan untuk Pelaksanaan yang Bijak

Imbauan gubernur ini dapat dipahami sebagai dorongan untuk melaksanakan perayaan dengan bijak, menyesuaikan tradisi dan kebiasaan dengan kondisi masing-masing keluarga dan komunitas. Prinsip sederhana tersebut memberi ruang bagi tiap individu untuk merayakan sesuai kemampuan tanpa tekanan untuk meniru gaya perayaan yang berlebihan.

Penutup

Secara keseluruhan, seruan Gubernur DKI Jakarta menaruh perhatian pada bagaimana perayaan Natal dapat berlangsung penuh sukacita sekaligus berlandaskan kesederhanaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga nuansa spiritual dan kultural perayaan, sambil mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Dokumentasi gambar:

Gubernur Pramono Anung

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora